Scroll Untuk Lanjut Membaca
FeatureGORONTALOKABAR DESAPEMKAB BONE BOLANGO

Pria Lulusan SMP di Gorontalo Ciptakan Mesin Pengupas dan Pemipil Jagung

×

Pria Lulusan SMP di Gorontalo Ciptakan Mesin Pengupas dan Pemipil Jagung

Sebarkan artikel ini
Mesin Pengupas Jagung
Wakim Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli saat meresmikan Mesin Pengupas dan Pemipil Jagung yang diciptakan Efendy Lahay (Kaos putih) di Kecamatan Suwawa Timur. (Foto: Diskomimfo)

Dulohupa.id – Efendy Lahay, Warga Desa Poduwoma, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo menciptakan inovasi pertanian dengan membuat mesin pengupas dan pemipil jagung.

Efendy diketahui hanya mengenyam studi hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun keterbatasan studi tidak menjadi halangan untuk membuat terobosan alat mesin pertanian. Mesin pengupas dan pemipil jagung yang dibuatnya dikalaim pertama di Gorontalo.

Dirinya mengaku alat pertanian ini diciptakan karena bentuk keperihatinannya terhadap sesama petani, yang sering mengalami keterlambatan dalam proses panen.

“Saya mendapatkan informasi dan melihat Youtube, kemudian membuat mesin ini,” ungkap Efendy, Selasa (03/1/2023).

Ia membutuhkan waktu setidaknya 2 bulan untuk membuat 3 mesin yaitu pengupas, pemipil dan 1 mesin lagi punya 2 fungsi, yakni untuk pengupas dan pemipil.

“Untuk biaya itu, masih menggunakan biaya pribadi dan untuk biaya pembuatannya belum bisa dirinci,” tutur Efendy.

Terobosan dilakukan Efendy mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah Kabupaten Bone Bolango.

Wakil Bupati Bone Bolango, Merlan Uloli menilai bahwa hal ini harus mendapat perhatian khusus, karena dapat mempermudah para petani untuk menghemat ongkos panen dan memberikan keuntungan untuk mereka.

“Inovasi seperti ini harus kita dukung keberlanjutannya agar terus memberikan manfaat kepada para petani jagung. Ini juga akan jadi pesanan dari sejumlah desa lain. Mudah-mudahan tidak berhenti sampai disini, kalau bisa mesin ini dihadirkan di HUT ke 20 Kabupaten Bone Bolango sebagai bagian dari pembangunan,” Pungkas Merlan Uloli.

Reporter: kris