Dulohupa.id – Sebanyak 2798 jiwa terdampak banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo pada Selasa (30/8/2022) kemarin.
Camat Bone, Kristianto Ruchban menjelaskan, 2798 jiwa yang terdampak tersebut masih bersifat sementara yang tersebar di 9 Desa yakni Desa Muara Bone 462 Jiwa (137 KK), Desa Taludaa 1176 jiwa (341 KK), Desa Masiaga (447 jiwa (151 KK).
Sedangkan Desa Molamahu 205 jiwa (54 KK), Desa Inogaluma 122 Jiwa (31 KK), Desa Mo’odulio 224 Jiwa (54 KK), Desa Cendana Putih 53 jiwa (17 KK), Desa Ilohuuwa 55 jiwa (15 KK), sementara Desa Permata baru terdata 54 jiwa (18 KK) yang saat ini berada di lokasi pengungsian.
Lokasi terparah yang terdampak adalah Desa Taludaa karena Desa tersebut rawan banjir. Sementara satu warung milik warga Desa Muara Bone alami kerusakan diterjang longsor.
“Update hari ini jumlahnya baru seperti itu, tapi kami masih menunggu satu desa lagi yakni desa Permata, karena petugas masih berada di lokasi untuk mendata warga yang terdampak,” ujar Kristianto saat dihubungi Dulohupa.id.
Pihak pemerintah Kecamatan Bone juga mencatat saat ini 765 jiwa atau 254 kepala keluarga (KK) telah mengungsi di masjid dan rumah-rumah warga yang tidak terdampak.
“Kondisi sekarang sudah surut, tapi warga masih membersihkan lumpur di rumah mereka. Sementara akses jalan trans Sulawesi yang sempat tertimbun longsor, sudah dibersihkan semalam. Jalannya sudah bisa dilewati,” ungkap Camat Bone.
Sebelumnya hujan dengan intesitas tinggi menyebabkan banjir di Wilayah Kecamatan Bone pada Selasa 30 Agustus kemarin hingga malam hari. Banjir juga disebabkan adanya sungai yang meluap dan air dari gunung merendam permukiman warga. Selain banjir, longsor juga terjadi di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Taluda’a.
“Kami meminta masyarakat Bone tetap waspada banjir susulan, karena kondisi Gorontalo saat ini musim hujan,” tandas Kristianto.
Yono/Dulohupa











