Dulohupa.id – Proyek pengerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Gorontalo yang mandek atau minim progres itu menjadi sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya proyek terhenti berada di jalan yang berada diantara desa Padengo dan Hutabohu.
Amir Habuke, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo menegaskan, 8 kontraktor yang menangani paket proyek tersebut agar jangan sesekali mencari alasan dengan menyampaikan kenaikan material.
“Tadi di Rapat Dengar Pendapat (RDP) kami mengundang ke delapan kontraktornya. Alasan mereka karena kenaikan harga aspal. Nah ini yang menurut saya alasannya tidak konkrit,” ujar Amir saat diwawancarai dulohupa.
Lebih lanjut Amir menerangkan kalau hanya alasan itu yang kemudian menjadi dasar keterlambatan kerja, menurutnya hal itu sudah tertuang dalam dokumen kontrak kerja.
“Kalau alasan mereka adalah cuaca, saya pikir itu alasan yang tepat. Tapi ini alasan mereka adalah kenaikan harga aspal. Jadi ini keliru. Memangnya kalau ada kenaikan begitu pengerjaannya tidak akan dilanjutkan?” kata Amir.
Sehingga dengan hal ini, kata Amir lagi dirinya meminta kepada Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) daftar paket proyek yang pengerjaannya tidak maksimal sepanjang 2021.
“Daftar itu jadi dasar kita untuk merekomendasikan kepada pemerintah daerah bahwa paket ini yang tidak pantas diberikan paket proyek lagi,” tegas Amir.
Selain itu juga kata Amir, saat ini sudah keluar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahap tiga, kepada kontraktor jangan lagi tambah-tambah asalan. Selesai saja pengerjaannya.
“Apalagi alasannya, kalau cuman alasan anggaran itu sudah ada. Tidak ada alasan lagi tidak selesai pengerjaannya,” tandas Amir Habuke.
Reporter: Herman Abdullah











