Dulohupa.id – Kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Provinsi Gorontalo menjadi perhatian Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Akhmad Wiyagus. Penanganan dan pencegahan kekerasan tersebut menjadi prioritas Polda Gorontalo dan pemerintah saat ini.
Hal itu ditegaskan Kapolda Gorontalo saat memimpin sosialisasi pencegahan kekerasan perempuan dan anak di ballroom Hotel Grand Q, Senin 13 Juni 2022 kemarin. Kegiatan yang membawa topik ” Stop Kekerasan Perempuan dan Anak Demi Membangun Peradaban” digelar Sat Binmas Polda Gorontalo.
Kegiatan itu dihadiri pemateri dari Mabes Polri Kombes Pol. Dr. Sulistiana, PJU Polda Gorontalo, Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Gorontalo, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P2TP2A Kota Gorontalo, dan Tokoh adat Provinsi Gorontalo. Serta diikuti ibu Persit, ibu Bhayangkari, dan Mahasiswa dari universitas Negeri Gorontalo, Universitas Gorontalo, dan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian oleh sejumlah pihak.
“Berdasarkan hasil survey saat ini di wilayah Provinsi Gorontalo terjadi empat kali kekerasan kepada perempuan dan anak dalam seminggu. Ini menjadi sesuatu yang sangat serius,” ucapnya.
Jenderal bintang dua ini juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila terjadi kekerasan kepada perempuan dan anak sehingga diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Jangan segan untuk melapor apabila terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga kami bisa proses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya.











