Scroll Untuk Lanjut Membaca
KOTA GORONTALO

Cegah Hepatitis Akut, Dinkes Kota Gorontalo Imbau Masyarakat Terapkan PHBS

×

Cegah Hepatitis Akut, Dinkes Kota Gorontalo Imbau Masyarakat Terapkan PHBS

Sebarkan artikel ini
Hepatitis Akut
Dinas Kesehatan Kota Gorontalo/F. Sumitro Igirisa

Dulohupa.id – Jumlah kematian akibat Hepatitis akut yang menyerang masyarakat disejumlah daerah di Indonesia terus bertambah, perhari ini Kementerian Kesehatan mengumumkan kasus kematian akibat Hepatitis misterius bertambah menjadi 7orang.

Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Gorontalo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengatakan, meskipun sampai hari ini belum ada ditemukan kasus Hepatitis akut di Gorontalo, terutama di Kota Gorontalo. Pihaknya mengimbau masyarakat agar menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Untuk Kota Gorontalo sejauh ini belum ada kasus yang ditemukan, olehnya untuk pencegahan kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, kebersihan rumah serta tetap mencuci tangan dan tidak sembarangan menyentuh benda-benda yang berada di tempat umum” jelas Abdul Haris Ahmadong, saat ditemui Dulohupa.id. Kamis (12/5).

Abdul Haris juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dengan adanya penyakit Hepatitis misterius. Meskipun belum diketahui penyebab pasti dari munculnya penyakit ini, akan tetapi kata dia pemerintah terus berupaya untuk mencarikan solusi pencegahan dan penanganannya.

“Memang Hepatitis ini sejak dulu ada, Hepatitis A,B,C,D dan E. Namun yang baru ini belum diketahui pasti jenis apa dan penyebabya, makanya kami minta masyarakat tetap tenang dalam menyikapi ini, intinya kami pemerintah terus berupaya menangani hal tersebut” lanjut Haris.

Sementara itu, kata Haris lagi, dalam upaya pencegahan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo rencananya ia akan meningkatkan penyuluhan serta sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya hepatitis.

“Tentunya kita akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi agar tetap menjaga kebersihan, baik diri maupun lingkungan”tandasnya.

Reporter: Sumitro Igirisa