Dulohupa.id- Forecaster Stasiun Meteorologi Djalaluddin Gorontalo, Arimi Pratiwi Gani mengatakan potensi hujan di wilayah Gorontalo masih berpeluang terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada wilayah Gorontalo bagian utara, Kamis (9/12/21).
Ia menjelaskan, hal tersebut diakibatkan oleh suhu permukaan laut yang masih hangat. Ini kata dia menyebabkan terbentuknya pola sirkulasi siklonik, khususnya di sekitaran wilayah Samudra Pasifik.
Selain itu juga, ditambah dengan adanya gangguan Global La Nina, yang masih mengambil peran terhadap pembentukan awan-awan hujan khususnya di wilayah Gorontalo.
“Kondisi ini masih akan berlangsung hingga awal tahun 2022,” ujar Pratiwi.
Sementara itu, untuk peristiwa banjir Rob di wilayah Gorontalo sendiri kata Pratiwi, potensinya hanya sampai hari Kamis (9/13/21) ini saja. Itupun karena disebabkan beberapa faktor, yakni adanya fase bulan baru dan yang bersamaan dengan Perigee atau jarak terdekat bulan dengan bumi.
Artinya, Gorontalo tidak akan mengalami peristiwa banjir Rob seperti yang telah terjadi di Manado Sulawesi Utara. Apalagi kata dia Gorontalo mempunyai topografi yang cukup tinggi.
“Insya allah tidak akan seperti di Manado. Karena Gorontalo masih cukup tinggi topografi wilayahnya. Tidak seperti wilayah Manado yang sudah sangat rendah, sehingga ketika terjadi kondisi tersebut mengakibatkan banjir Rob,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, untuk beberapa hari ke depan, berdasarkan pantau pihaknya, kondisi tinggi gelombang di wilayah Laut Sulawesi bagian utara sudah tidak signifikan seperti kemarin. Kata dia, tinggi gelombangnya sudah berkisar antara 1,25 – 2.5 m.
“Cuman kecepatan anginnya masih perlu di waspadai. Mungkin lebih ke waspada untuk masyarakat yang tinggal dekat pesisir pantai. Karena bisa saja sampai masuk ke rumah warga,” tuturnya
Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah Laut Utara Sulawesi, yakni di bagian Gorontalo Utara, juga di wilayah Teluk Tomini agar tetap tenang dan tak panik.
“Kami mengimbau untuk masyarakat pesisir tidak perlu panik. Tetap waspada dan selalu update info terbaru dari BMKG,” imbaunya
“Dan jangan percaya dengan isu hoax, selama itu bukan dari akun BMKG resmi yang mengeluarkannya,” tutupnya.
Reporter: Faisal Husuna











