Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Terendam Luapan Sungai, 120 Hektar Sawah di Gorontalo Utara Terancam Rusak

×

Terendam Luapan Sungai, 120 Hektar Sawah di Gorontalo Utara Terancam Rusak

Sebarkan artikel ini
Tampak 120 hektar sawah yang terendam banjir/doc warga Gorntalo Utara
Tampak 120 hektar sawah yang terendam banjir/doc warga Gorntalo Utara

Dulohupa.id- Sedikitnya 120 hektar sawah di Desa Ilangata Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo rusak lantaran terenda banjir bandang sejak seminggu belakangan.

Nonton Video 120 Hektar Sawah Terendam Banjir:

Kejadian itupun, menuai reaksi dari warga setempat. Sebab, sawah yang menjadi tempat penghidupan mereka, rusak dan terancam gagal panen. 

Rifadlyka Lajambu, Dewan Pertimbangan Organisasi Karang Taruna Tumulo lantas menyampaikan protes kepada pemerintah setempat. Ia meminta, agar masalah banjir di Desa Ilangata diperhatikan dengan serius. 

“Kami selaku warga Desa Ilangata menginginkan banjir di area persawahan Desa Ilangata menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Gorut, sebab ini sudah berdampak pada ekonomi masyarakat” ujar Rifadlyka.

Ia juga menuturkan banjir diakibatkan oleh aliran sungai yang terhambat sampah dan batang-batang pohon yang terbawa oleh arus sungai.

“Banjir ini sudah sering kami alami, bahkan sebagian warga harus rela tidak mengolah area persawahan karena sering gagal panen akibat banjir luapan sungai” ujar Rifadly, Kamis (23/9/2021).

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, bisa membantu warga dalam membersihkan sampah agar aliran sungai tidak terhambat dan justru meluap ke sawah warga. 

“Kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Gorut (Gorontalo Utara) untuk bisa membantu kami membersihkan sampah yang menghambat aliran sungai.” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna, Arben Kude menuturkan, bahwa dari penuturan petani, Pemerintah Gorontalo Utara telah menganggarkan dana untuk menormalisasi sungai yang kerap meluap tersebut. 

“Kami mendapatkan informasi dari salah satu tokoh petani yang mana sudah ada anggaran yang dikhususkan untuk normalisasi sungai namun sampai dengan saat ini belum ada realisasi.” ujar Arben pada Dulohupa.id.

Ia pun merincikan, bahwa dari 120 hektar sawah yang terendam, 72 hektar tergolong parah. Sementara ratusan hektar itu katanya, dimiliki oleh tujuh kelompok tani dengan masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang. Artinya, ada sedikitnya 140 warga yang secara langsung terdampak bencana itu. 

Reporter: Reinaldi Julfirman