Dulohupa.id- Selama dua minggu ke depan atau sejak 20 September hingga 2 Oktober 2021, kepolisian di Gorontalo menggelar Operasi Patuh Otanaha. Tak terkecuali di Pohuwato, operasi tersebut juga sudah gencar dilakukan sejak kemarin, Senin (20/9/2021).
Dalam operasi tersebut, Kepala Urusan Pembinaan Operasi Lantas (KBO) Ipda, Jefri Tangahu menjelaskan, selain memeriksa seluruh surat-surat kendaraan bermotor dan mobil, Jefri mengaku juga memeriksa kartu vaksin di wilayah Kabupaten Pohuwato.
Meski begitu kata dia, belum ada pelanggaran yang menonjol. Sejak Senin pagi hingga siang, baru ada 16 pelanggar, yang paling banyak truk bermuatan melebihi kapasitas muatan.
“Untuk saat ini, sudah ada 16 pelanggar, yang paling banyak truk bermuatan yang melebihi kapasitas muatan,” ujar Jefri.
Jefri juga mengaku, untuk pemeriksaan yang dilakukan bukan hanya surat-surat kendaraan saja, akan tetapi seluruh masyarakat yang menggunakan kendaraan R2 maupun R4.
“Kami juga memeriksa kartu vaksin, karena dari awal kami mengajak masyarakat untuk patuh protokol kesehatan dan meningkatkan vaksinasi di Kabupaten Pohuwato, karena ini merupakan program nasional untuk meningkatkan vaksinasi,” ujar lpda Jefri.
Namun rupanya, masih banyak masyarakat yang mengungkapkan belum melakukan vaksinasi. Alasannya cukup bervariasi kata dia. “ada yang memang sakit, ada yang memang tidak bisa divaksin, dan macam-macam hal lainnya,” ungkap Jefri.
Ia pun berharap, selama operasi tersebut, masyarakat selalu disiplin akan protokol kesehatan, dan juga meningkatkan masyarakat agar mau melakukan vaksinasi. Jefri juga berharap masyarakat tetap tertib berlalu lintas serta mengedepankan keselamatan.
“Harapannya, selama dua minggu pelaksanaan operasi patuh ini, kita meningkatkan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, kemudian meningkatkan jumlah vaksinasi nasional terutama di Polres Pohuwato, dan juga kami mengharapkan masyarakat tetap tertib berlalu lintas, kelengkapan kendaraan dilengkapi, dan berlalu lintas dengan tetap memperhatikan keselamatan,” tutup Jefri.
Reporter: Hendrik Gani











