Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialINFO COVID-19PEMKOT GORONTALO

Kekurangan Dokter Menjadi Kendala Vaksinasi Kota Gorontalo

×

Kekurangan Dokter Menjadi Kendala Vaksinasi Kota Gorontalo

Sebarkan artikel ini
ilustrasi dokter

Dulohupa.id- Pemerintah Kota Gorontalo mengaku kesulitan dalam memaksimalkan vaksinasi, karena kekurangan tenaga dokter untuk ditempatkan di masing-masing tempat vaksin sementara (TVS). 

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha sendiri saat rapat Forkopimda Provinsi Gorontalo mengungkapkan, bahwa ia menginginkan TVS dibuka secara masif. Hal itu menurutnya, efektif untuk meningkatkan percepatan vaksinasi.

“Terus terang pak gubernur, kami ingin membuka lebih banyak lagi gerai vaksinasi namun terkendala oleh kurangnya tenaga dokter yang kami miliki.” tutur Marten kepada Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie dalam rapat forkopimda tersebut.

Ungkap Marten, dirinya sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19, terutama dalam membuka TVS tanpa dokter. Sebab, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021.

“Kami pun tidak ingin gegabah dalam mengambil kebijakan, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 10 tahun 2021 yang mana setiap pelaksanaan vaksinasi harus memiliki minimal satu tenaga dokter,” ujar Marten.

Saat ini Pemerintah Kota Gorontalo baru bisa membuka 20 TVS setiap harinya, dan ditempatkan di sembilan kecamatan, tempat-tempat keramaian, pasar tradisional, dan sekolah.

Tidak lupa, dalam rapat tersebut Marten ikut mengungkapkan terima kasih kepada Kapolda Gorontalo serta jajaran personel TNI, karena telah membantu mendatangkan tenaga medis untuk membantu proses vaksinasi. 

Sebab, saat ini terjadi penurunan angka pasien aktif Covid-19 di Gorontalo. “Perkembangan situasi di Kota Gorontalo sudah sangat menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, dari 22 Positive Rate pada bulan juli sampai 6 agustus, sekarang turun hingga 0,97 persen” ungkap Marten.

Reporter: Reinaldi Julfirman