Dulohupa.id- Angka persentase inflasi Kota Gorontalo pada Juli 2021 berada di angka 2,54 persen. Namun menurut Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, angka tersebut terbilang normal. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat Evaluasi Perkembangan Inflasi Triwulan II dengan tema Sinergi Pengendalian Inflasi di Tengah Pandemi, Selasa (24/8/21) di Aula Kantor Wali Kota Gorontalo.
“Inflasi Kota Gorontalo pada bulan Juli ini berada pada angka 2,54 persen. Ini masih terbilang normal, karena inflasi itu harus 3 persen plus minus. Artinya bisa 3 sampai 4 persen atau lebih rendah dari 3 persen sampai 2 persen” ujar Marten.
Sementara itu, pihak Bank Indonesia yang diwakili oleh Hendro Sirait sebagai Kepala Unit Fungsi Perumusan Bank Indonesia menyampaikan, bahwa inflasi di Kota Gorontalo dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya yang paling mencolok adalah bahan pokok seperti cabai dan bawang merah.
“Kami perhatikan memang bahan pokok seperti cabe memang sempat mengalami peningkatan di awal tahun, namun pada bulan agustus ini sudah ada penurunan,” ujar Hendro usai menghadiri rapat tersebut.
Hendro juga menjelaskan, selain bahan pokok, faktor lain yang mempengaruhi inflasi yaitu harga tiket pesawat yang juga melonjak.
“Selain pangan, juga angkutan udara dalam hal ini tiket pesawat mengalami peningkatan akibat dari penerapan PPKM berkepanjangan” tutur Hendro.
“Salah satu maskapai yaitu Garuda Indonesia mengurangi frekuensinya sehingga para penumpang beralih ke maskapai lain seperti Lion Air, akibatnya tiket Lion Air meningkat. Ini yang perlu kita waspadai” pungkas dia.
Pemerintah Kota Gorontalo terus menjaga kestabilan inflasi guna menjaga daya beli masyarakat Kota Gorontalo di masa pandemi.











