Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PEMPROV GORONTALOPERISTIWA

Rusli Minta Kades Laporkan Perkembangan Vaksinasi Setiap Hari

×

Rusli Minta Kades Laporkan Perkembangan Vaksinasi Setiap Hari

Sebarkan artikel ini
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie/Wawan Akuba
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie/Wawan Akuba

Dulohupa.id- Langkah memonitoring perkembangan vaksinasi di Gorontalo dilakukan dari bawah, yakni pemerintah desa. Karena itu, dalam instruksinya, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie meminta bupati dan wali kota agar mewajibkan kepala desa dan camat melaporkan perkembangan vaksinasi di wilayah masing-masing. 

Secara teknis, pelaporannya menggunakan google form yang dapat dimonitor setiap hari dan dievaluasi setiap minggu.

“Misalnya kelurahan Tumbihe ada 1000 orang yang harus divaksin, maka setiap hari dia harus menginput laporan harian setiap hari berapa? Ini dimonitor secara bertingkat termasuk oleh TNI dan Polri,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat memimpin rapat virtual dengan Forkopimda, Bupati, Wali Kota serta perwakilan camat dan desa, Selasa (10/8/2021).

Untuk memaksimalkan proses pelaporan, aparatur pemerintah provinsi disebar untuk menjadi koordinator di desa dan kecamatan. Begitu juga dengan aparat TNI dan Polri.

“Ketika ada desa atau kelurahan yang pelaporannya tidak ada, maka kita turun untuk melihat. Kita periksa di desa atau kelurahan. Apa yang terjadi, kesulitan anggaran atau apa. Tugas kita ada problem solving,” imbuhnya.

Pengisian pelaporan vaksinasi melalui google form akan sejalan dengan aplikasi Bersama Lawan Covid-19 oleh pemerintah pusat. Sejalan juga dengan basis data di website data.covid-19.go.id. Setiap aktivitas posko, aktivitas vaksinasi dan tingkat kepatuhan warga di tingkat provinsi hingga kelurahan bisa dimonitor dan intervensi secara real time.

Selain mendorong vaksinasi di tingkat desa dan kelurahan, Gubernur Rusli juga mendorong agar anak usia 12-17 tahun sudah ikut vaksinasi dosis lengkap. Caranya dengan melibatkan pihak guru dan komite melakukan sosialisasi. Ditargetkan dalam 100 hari ke depan 42.000 siswa SMA/SMK dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi bisa divaksin lengkap.

**