Dulohupa.id- Setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional. Banyak cara untuk memperingatinya, salah satu yaitu dengan menjauhi Narkoba atau istilah kerennya ‘Say No To Drugs’.
Itulah pesan dari Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (Presbem) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Ichsan Gorontalo, Wahyu Septiadi Mayang saat diwawancarai oleh pihak Dulohupa.id. Senin (28/6).
Lahirnya Hari Anti Narkoba Internasional tidak langsung ada begitu saja, katanya. Hal itu awalnya didasari atas keprihatinan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang terjadi di banyak negara.
“Banyak yang memakai atau mengkonsumsi narkoba apalagi dikalangan kaum muda, padahal seperti diketahui penyalahgunaan narkoba lebih banyak mudharat daripada faedahnya,” tuturnya.
Wahyu menjelaskan narkoba lebih banyak membawa kerugian karena membuat kecanduan. Kalaupun digunakan pada bidang kesehatan, dokter dan ahlinya sudah memberikan kadar dan dosis yang tepat. Ia berpesan kepada kaum muda apalagi mahasiswa yang rentan, agar tidak coba-coba akan narkoba.
“Sebisa mungkin jangan penasaran apalagi coba-coba, memang tidak mudah. Akan tetapi, sebagai kaum muda dan mahasiswa yang cerdas harus bisa lebih memandang masa depan,”
“Sibukan diri dengan hal positif dan lebih baik belajar menabung. Yang intinya edukasi sejak dini tentang narkoba sangatlah penting,” imbau dia.
Berikutnya, sebagai Presbem dari kampus yang mengemban misi ‘Kampusku Bebas Narkoba’ ini, Wahyu menyatakan siap mendukung program-program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.
“Rencananya kami dari BEM STMIK Ichsan Gorontalo juga akan membuat program kerja yang mendukung kinerja pemerintah Kota Gorontalo dalam hal memberantas Narkoba, khususnya dalam lingkungan kampus,” kata Presbem yang belum lama dilantik itu.
Lebih lanjut ia berharap, dengan memperingati Hari Anti Narkoba ini, kesadaran masyarakat akan meningkat akan bahaya narkoba serta para pengedar-pengedar yang buron segera ditangkap.











