Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19PEMPROV GORONTALO

Ada 400 Driver Ojol di Gorontalo Jadi Target Vaksinasi

×

Ada 400 Driver Ojol di Gorontalo Jadi Target Vaksinasi

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Setidaknya 400 driver ojol (ojek online) jadi target vaksinasi Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Meski begitu, jumlah itu hanya 11 persen dari keseluruhan jumlah driver ojol di Gorontalo. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Reyke Uloli menyampaikan, tercatat sebanyak 3400 pengemudi ojol yang akan divaksinasi. Namun, karena menghindari kerumunan, pihaknya saat ini hanya menyasar sebanyak 400 driver atau 11 persen. 

“Datanya ada 3400 pekerja ojol. Karena menghindari kerumunan, kami masih melakukan sasaran untuk 400 orang yang sudah tercatat melalui aplikasi online yang sudah dibagikan,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya membagi vaksinasi tersebut dua sesi; pagi dan siang. Kata dia, dari jumlah 400 yang mendaftar pada aplikasi, saat ini, sudah ada 150 yang  melakukan registrasi dan ada 127 telah selesai di vaksinasi pada sesi pertama. 

“(Saat ini) tercatat yang registrasi ada 152, yang sudah divaksin itu sudah 127, jadi yang lain itu dalam status tunda dan sementara berproses,” ujarnya. 

Karena itu, ia mengimbau kepada driver ojol yang telah terdaftar sebanyak 400 tersebut, dan belum melakukan registrasi, untuk  segera melakukan registrasi pada sesi ke dua yang akan berlangsung hingga sore hari.

Kata dia, jangan sampai pelayanan ini di sia-sia kan, apalagi katanya, driver ojol saat ini sangat dibutuhkan masyarakat, selain antar jemput penumpang, pun sebagai penggunaan jasa antar barang.

Karena itu ia pun berharap para driver ojol tersebut ketika melakukan interaksi dengan masyarakat tidak tertular atau menularkan virus kepada yang lain. 

“Marilah secara sadar, untuk mendaftarkan diri, dan jika belum melalui itu bisa juga kepada faskes-faskes atau puskesmas terdekat,” ujarnya.

“Virus ini ada di sekitar kita, dan selalu mengintai kita, yang kapan saja bisa menularkan kepada orang lain, jika kita terkena,” tambahnya

Sementara itu, lebih lanjut kata dia, vaksinasi tersebut akan berlanjut juga akan dilakukan penjadwalan kembali.