Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Tiga Kali Sebabkan Laka Lantas, Pengerjaan Jalan Raya Paguat Dinilai Semrawut

×

Tiga Kali Sebabkan Laka Lantas, Pengerjaan Jalan Raya Paguat Dinilai Semrawut

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan di Desa Bunuyo yang dikeluhkan warga/Hendrik Gani

Dulohupa.id- Warga Desa Bunuyo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato mengaku resah, sebab pengerjaan jalan raya di desa tersebut, dinilai semrawut. Bahkan, telah menyebabkan tiga insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas). 

Hal itu misalnya diungkapkan oleh salah seorang warga setempat. Kepada dulohupa.id, pria paruh baya yang tak mau disebutkan namanya tersebut mengaku, bahwa meski yang dikerjakan hanya pelebaran jalan, namun justru material pekerjaan tersebut telah memenuhi badan jalan.

Material pekerjaan jalan seperti kerikil dan pasir tersebar di hampir 100 meter di sepanjang jalan desa tersebut.

Kemarin, Rabu (2/6) saja katanya, baru saja terjadi kecelakaan yang mengakibatkan sedikitnya empat orang terluka. Meski tidak parah, namun itu merupakan laka lantas ketiga kalinya sejak adanya perbaikan jalan di wilayah tersebut. 

“Ya tentu ini mengkhawatirkan menurut saya. Karena sudah tiga kali kecelakaan loh. Ini yang dikerjakan hanya pelebaran, tapi seperti membongkar seluruh jalan. Karena material itu tersebar di sepanjang jalan,” ungkap pria tersebut emosi, Kamis (3/6). 

Pantauan dulohupa.id, bahwa memang keresahan masyarakat terkait pengerjaan jalan yang dinilai semrawut tersebut cukup berdasar. Sebab, jalan sepanjang kurang lebih 100 meter tersebut, dipenuhi material pasir halus dan kasar. Beberapa juga terdapat kerikil. Tak heran, jika tak hati-hati, kendaraan roda dua rawan terpeleset. Apalagi jika dalam kecepatan tinggi. 

Sementara soal laka lantas tersebut, ketika ditelusuri, memang benar terjadi. Insiden yang katanya laka lantas ketiga sejak adanya pelebaran jalan itu terjadi tepat di simpang tiga Desa Bunuyo. 

Dalam insiden tersebut, dua motor pabrikan yamaha harus bertabrakan karena salah satu dari motor tersebut tidak mampu mengendalikan kendaraanya, “Karena jalanan yang saat itu licin karena pasir di mana-mana, jadi cengkraman ban motor tidak sempurna,” ungkap salah satu korban yang berhasil ditemui dulohupa.id.

Reporter: Hendrik Gani