Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB GORONTALOPERISTIWA

Pemkab Gorontalo Terima 15 Dokter Dari Luar Daerah, Ini Tugasnya

×

Pemkab Gorontalo Terima 15 Dokter Dari Luar Daerah, Ini Tugasnya

Sebarkan artikel ini
Sejumlah 15 Dokter Umum dari Program Internsip Dokter Indonesia yang ditugaskan di Kabupaten Gorontalo/Fandiyanto Pou

Dulohupa.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo menerima sebanyak 15 dokter umum dari Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI). Para dokter tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Roni Shampir di Gedung Kasmat Lahay Limboto, Senin (24/5). 

PIDI sendiri adalah penugasan dari Kementerian Kesehatan kepada para dokter yang telah menyelesaikan studi di perguruan tinggi dan ditugaskan untuk mengabdikan diri kepada negara.

Karena itu kata Roni, selama satu tahun ke depan, tugas para dokter tersebut adalah membantu para dokter yang ada di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Gorontalo.

“Kami Pemkab Gorontalo mendapatkan 15 dokter dalam program PIDI, mereka inilah yang telah menyelesaikan studi. Tapi, dari Kementerian Kesehatan masih diwajibkan satu tahun untuk berbakti di seluruh daerah, termasuk di Kabupaten Gorontalo,” ungkap Roni ditemui usai kegiatan. 

Lebih lanjut kata Roni, 15 dokter tersebut akan ditempatkan di Rumah Sakit M.M Dunda Limboto, Puskesmas Limboto, dan Tibawa. Kenapa ditempatkan di dua puskesmas tersebut, karena puskesmas dinilai memiliki pelayanan yang banyak untuk masyarakat.

“Kenapa Puskesmas Limboto dan Tibawa, karena pelayanan di dua Puskesmas itu begitu tinggi, sementara di lain sisi kita kekurangan dokter sehingga itu menjadi pertimbagan untuk menempatkan mereka selain di Rumah Sakit Dunda,” ujarnya.

Terakhir Roni menyampaikan sangat mengapresiasi program tersebut karena telah membantu menutupi kekurangan dokter di Kabupaten Gorontalo, khususnya dokter umum.

“Kami pemerintah sangat bersyukur mendapatkan tambahan dokter selama satu tahun kedepannya dari Pidi tersebut,” tandasnya

Sementara itu, Riandy Anugrah lulusan dari Universitas Sam Ratulangi Manado dan juga selalu koordinator peserta program PIDI untuk Kabupaten Gorontalo mengatakan, dirinya bersama para dokter lainnya siap untuk membantu pelayanan di rumah sakit dan puskesmas yang telah ditentukan.

“Kami selama setahun ini, terlibat langsung dalam pelayanan. Mungkin ada beberapa batasan, tapi secara garis besar kami mengikuti seluruh program kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas yang telah dijadwalkan, kami siap untuk membantu,” tutup Riandy. 

Adapun 15 dokter tersebut berasal dari beberapa perguruan tinggi yang tersebar di Indonesia yakni, Universitas Jambi (Unja), Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, Universitas Sam ratulangi (Unsrat), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Al Azhar Mataram (Unizar), Universitas Cendrawasih (Uncen), dan Universitas Tarumanagara.

Reporter: Fandiyanto Pou