Dulohupa.id- Pemerintah Bone Bolango rupanya telah serius untuk membuka sekolah SD dan SMP sederajat di kabupaten tersebut. Namun untuk mencegah penularan Covid-19 di antara siswa dan guru, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou mengungkapkan, membagi rombongan belajar yang ada. Artinya, nanti pembelajarannya dilakukan secara terbatas.
Ia pun menjelaskan, misalnya 20 orang dalam satu kelas, maka akan bergantian. Sepuluh siswa belajar langsung, dan 10 siswa lainnya belajar dari rumah.
“Misalnya hari Senin dari siswa dari nomor 1 sampai dengan 10 belajar langsung di sekolah, makanya besoknya Selasa yang nomor 11 sampai dengan 20 akan bergantian masuk sekolah, dan siswa nomor 1 sampai dengan 10 sebelumnya belajar di rumah, demikian seterusnya,”papar Hamim, Jumat (21/5).
Tidak hanya itu, ia pun meminta agar lingkungan sekitar sekolah harus mendukung penerapan protokol kesehatan itu. Misalnya kebersihan terjaga, termasuk bagaimana menghindari supaya anak-anak tidak mudah untuk mengkonsumsi maupun membeli sesuatu yang justru tidak menyehatkan bagi mereka.
“Olehnya itu saya berharap untuk sementara waktu tidak bisa dibuka dulu kantin-kantin sekolah sampai situasinya benar-benar aman,”imbau Bupati Hamim Pou.
Diakhir penyampaiannya, Hamim berpesan bahwa proses pembelajaran secara langsung ini tidak berarti bahwa pandemi Covid-19 sudah berakhir. Kata dia, Covid-19 masih tetap merajalela, harus tetap diwaspadai.
“Karena proses pembelajaran akan tetap kita lakukan. Untuk itu saya minta dukungan semua pihak termasuk Kepala Desa dalam rangka pembelajaran langsung ini semua terlibat aktif dalam seluruh kegiatan, terutama dalam penerapan protokol kesehatan tersebut,”pungkas Hamim. **











