Dulohupa.id- Masyarakat Pohuwato mesti bersabar, sebab festival tradisi Ketupat di Pohuwato tahun ini, ditiadakan. Terhitung, ini adalah tahun kedua festival tradisi yang dirayakan setiap tujuh hari Idul Fitri ini ditiadakan.
“Memang perayaan festival ketupat tidak dirayakan lagi tahun ini, karena dapat memicu kerumunan,” kata Ramon Abdjul, sekretaris Satgas Covid-19 Pohuwato kepada Dulohupa.id via telpon, Senin (17/5).
Ramon menyarankan, warga Pohuwato merayakan ketupat di rumah saja, dan tak membuat acara yang dapat menimbulkan kerumunan.
“Perayaan ketupat ini sudah menjadi tradisi, dan itu tidak bisa dilarang. Perayaan ketupat tetap dilaksanakan di rumah, hanya saja festival atau acaranya yang ditiadakan,” jelas Ramon.
Menurut Ramon, hal ini dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran lebih masif lagi di Kabupaten Pohuwato. Bukan hanya itu saja, kata Ramon, pihaknya akan melakukan patroli untuk mengawasi kerumunan saat perayaan ketupat nanti.
“Kami dan pihak kepolisian akan melakukan patroli, dan akan memberikan arahan kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan,” katanya.
Sementara itu, plt Kadis Kesehatan Pohuwato, Irfan Saleh, saat dihubungi secara terpisah juga menegaskan, perayaan festival ketupat di Pohuwato tidak diadakan. Karena dapat memicu kerumunan dan juga memicu cluster terbaru untuk sebaran virus covid-19 yang sampai dengan saat ini belum selesai.
Ia juga mengimbau, agar masyarakat tidak lengah dengan keadaan sekarang ini, dan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, juga menghindari kerumunan.
*liputan ini untuk program Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku kolaborasi Dewan Pers dan Satgas Covid-19
Reporter: Zulkifli Mangkau












