Dulohupa.id- Sungguh sial apa yang dialami oleh Hadijah Thalib (49), warga Kabupaten Gorontalo. Sebab, ia dikeroyok oleh sejumlah oknum pedagang Pasar Mingguan Limboto, Kabupaten Gorontalo, karena masalah transaksi.
Peristiwa pemukulan itu terjadi siang tadi, Selasa (11/5). Kepada dulohupa.id ia menceritakan, bahwa sekitar pukul 09.30 WITA, ia mendatangi pedagang tempat ia membeli pakaian beberapa hari lalu, untuk menukar celana anak dan suaminya. Celana itu dibelinya beberapa hari lalu, namun ternyata tak muat.
Karena itu, ia berniat mengembalikan celana itu dan meminta uangnya juga dikembalikan. Saat meminta uangnya, pedang di sebelahnya datang dan tak setuju dengan permintaan Hadijah.
“Sebelum menukarkan celana ini, saya sudah kasih tahu sama pedang. Kalau tidak pas (kekecilan) akan dikembalikan. Tapi, pedang yang disebelah ikut campur dan tidak setuju. Padahal pedagang tempat saya beli celana sudah setuju,” ungkap Hadijah Kepada Dulohupa.id, Selasa (11/5) saat ditemui di Kantor Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Lanjut kata Hadijah, sesudah terjadi cekcok antara dirinya dan pedagang lain, ia pun langsung meninggalkan pasar. Tak lama kemudian sebuah pukulan mendarat tepat di bagian belakangnya dan mengakibatkan luka di bagian yang cukup serius.
“Begitu saya pergi, tidak lama, ada yang memukul dari belakang. Saya pun langsung membela diri. Ada yang memegang badan, menarik tas saya pegang serta memukul bagian wajah. Karena merasa banyak, saya pun tak bisa melawan mereka. Dari kejadian ini saya mengalami luka di bagian wajah serta tangan,” terangnya.
Akibatnya, Hadijah pun kini berniat melaporkan sejumlah pedagang tersebut kepada pihak Polres Gorontalo. Itu jika tak ada solusi yang berarti.
“Kalau belum dapat (solusi) saya akan melaporkan hal ini ke Polres Gorontalo,” tandasnya.
Sementara itu, Babinsa Kayubulan, Sertu Suton Djabi mengatakan, pihaknya sudah sempat melakukan mediasi di Kantor Kelurahan Kayubulan dilakukan untuk mencari solusi terkait pengeroyokan di pasar Limboto.
“Jadi kami dan pemerintah kelurahan melakukan mediasi terkait kejadian di Pasar Limboto, dan sebentar nanti kita akan melakukan mediasi kembali untuk meminta mencari solusi dari persoalan tersebut,” tutup Suton.
Reporter: Fandiyanto Pou











