Scroll Untuk Lanjut Membaca
LINGKUNGANPERISTIWA

Mengandung Logam Berat, Warga Gorontalo Diminta Waspada Beras Impor

×

Mengandung Logam Berat, Warga Gorontalo Diminta Waspada Beras Impor

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Warga Gorontalo diminta waspada terhadap beras yang berasal dari luar darah atau impor, sebab baru-baru ini, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menemukan adanya kandungan logam berat dalam beras tersebut.

Tak asal klaim, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi D Mario mengungkapkan, bahwa fakta tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan di laboratorium yang terakreditasi. 

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario/FOTO: Yusuf Konoli

“Memang hasilnya (uji laboratoriumnya) mengejutkan. Kita dapatkan ternyata  beras yang dari luar (daerah) Ini mengandung logam berat terutama kadmium (Cd) dan arsenik (As),” ungkap Muljady, Minggu (18/4).

Jika merujuk pada batasan maksimum cemaran logam dalam pangan sesuai badan standardisasi nasional (BSN), untuk jenis pangan beras dan tepung terigu, batas maksimum kandungan logam beratnya adalah 0,4 miligram dalam satu kilogram. Namun, beras dari luar daerah yang masuk ke Gorontalo, kandungan logam beratnya, “sudah mencapai 0,11 miligram per kilogram beras,” tutur Muljady.

Karena itu kata dia, untuk memecahkan masalah tersebut, pihaknya akan melakukan pengambilan sampel untuk seluruh beras di Gorontalo. Baik beras impor maupun beras lokal. 

“Jadi memang begitu derasnya beras masuk dari luar ini, yang membuat kita harus memikirkan bagaimana keamanan untuk konsumen kita di Gorontalo. Kami (akan) memastikan bahwa beras-beras yang masuk ini aman untuk dikonsumsi, kita lakukan sampling terhadap beras-beras yang tidak hanya berasal dari luar termasuk beras lokal juga, setelah kita sampling kita kirim ke laboratorium terakreditasi,” ujar Muljady.

Dirinya pun menjelaskan, pihaknya tak hanya menguji kandungan logam berat pada beras, namun juga menguji kandungan gizi pada beras. Baik beras lokal maupun beras dari luar daerah.

“Selain menguji kandungan logam berat, kita juga menguji (kandungan) gizi. Memang kalau logikanya, kalau beras itu makin putih cemerlang, kandungan gizi yang ada di kulit ari semakin hilang, sehingga kandungan gizinya masih lengkap beras lokal dibandingkan beras dari luar,”jelas Muljady.

Pengujian yang nanti akan dilakukan yakni sebanyak tiga kali. Apabila hasilnya tetap mengandung logam berat, maka pihak dinas pertanian yang memang menangani persoalan tersebut, akan melakukan proteksi lebih untuk beras impor. 

“Langkah yang kita akan lakukan, pertama kita memberikan edukasi dulu ke konsumen atau masyarakat kita, terutama melalui sosialisasi media, bahwa ada kekhawatiran terhadap beras mengandung logam berat karena hasil analisis, tetapi ini kita tidak pukul rata secara keseluruhan dengan dilakukan pengujian secara rutin,” tutup Muljady.

Reporter: Yusuf Konoli