Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Potret Salat Tarawih Pertama Ramadhan 2021 di Kabupaten Gorontalo

×

Potret Salat Tarawih Pertama Ramadhan 2021 di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Potret Salat Taraweh Ramadhan 2021/FOTO: Fandiyanto Pou

Dulohupa.id- Masyarakat memadati Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Kabupaten Gorontalo untuk menjalani salat tarawih pertama di bulan suci Ramadhan 1442 H, Senin malam (12/4).

Pantauan Dulohupa.id, dari pintu masuk terlihat banyak masyarakat berbondong-bondong untuk datang untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di Masjid Agung tersebut. Bahkan area parkir penuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski begitu, jemaah tetap terlihat mematuhi protokol kesehatan.  

Alan Mima asal Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, mengungkapkan, bahwa ia sendiri mengaku senang karena tahun ini, pemerintah kembali mengizinkan salat berjamaah di masjid. Ia sendiri memang mengaku rindu salat berjamaah sejak pademi COVID-19. 

Potret Salat Taraweh Ramadhan 2021/FOTO: Fandiyanto Pou

“Alhamdulilah shalat tarawih kali ini diperbolehkan shalat di masjid, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah setempat, karena sudah memperbolehkan untuk shalat berjamaah,”  ungkap Alan kepada Dulohupa.id, ditemui usai shalat tarawih.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo saat ditemui menjelaskan, bahwa memang pihaknya telah mengizinkan salat berjamaah di masjid. Menurutnya, masjid-masjid yang selama pandemi COVID-19 tidak diizinkan dibuka, kini mulai dilonggarkan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

Potret Salat Taraweh Ramadhan 2021/FOTO: Fandiyanto Pou

“Alhamdulilah kerinduan terjawab sudah, karena di tahun lalu kita tidak bisa melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Untuk kali ini seluruh masjid di Kabupaten Gorontalo bisa melaksanakan shalat berjamaah, tapi dengan catatan protokol kesehatan di utamakan,” jelas Nelson. 

Lebih lanjut Nelson mengungkapkan, sebelum melaksanakan shalat berjamaah, masjid harus bersih dan terutama juga harus di semprotkan dengan disinfektan. Ia pun menegaskan, hanya masjid  yang memiliki pengurus yang diizinkan salat berjamaah. 

“Kami (pemerintah) berharap agar semua masjid di Kabupaten Gorontalo harus ada pengurusnya, bila tidak ada, kita akan tutup masjid itu. Selain itu, harus ada data jamaah yang tetap, kenapa kita ingin lakukan itu, karena bila  terjadi apa-apa terhadap jamaah itu, kita bisa tau. Jadi, saya berharap aturan itu harus dijalankan dengan benar, karena itu untuk kebaikan kita juga,” tandasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou