Dulohupa.id-Masyarakat Gorontalo masih menanti untuk bisa kembali menikmati lampu Pakaya Tower Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kerinduan akan kelap-kelip lampunya yang warna warni memuncak terlebih saat momen Ramadhan 1442 H.
Seperti yang diungkapkan Iki Olii, warga asal Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto. Kepada dulohupa ia mengaku, sangat berharap pemerintah setempat agar menyalakan lampu Tower Pakaya pada saat bulan Ramadhan. Sebab, di tahun 2020, masyarakat di Kabupaten Gorontalo tidak merasakan indahnya lampu Tower Pakaya Limboto. Apalagi, di penghujung Ramadhan, nantinya ada tradisi tumbilotohe, tradisi pasang lampu oleh masyarakat.
“Kami masyarakat Kabupaten Gorontalo berharap, agar kiranya pemerintah untuk menyalakan lampu menara, walaupun hanya di Bulan Ramadhan kali ini. Karena kami juga ingin merasakan keindahan lampu menara di malam pasang lampu nanti,” ungkap Iki kepada Dulohupa.id.
Hal senada juga yang dikatakan Jemi Pakaya asal Kelurahan Hepuhulawa. Ia mengungkapkan, sudah lama tidak melihat kemegahan Pakaya Tower Limboto dengan lampu-lampunya.
“Memang pemerintah mengambil langkah yang tepat untuk tidak menghidupkan lampu itu, karena mencegah adanya kerumunan di sekitar menara. Tapi kami masyarakat Kabupaten Gorontalo juga ingin merasakan kembali keindahan menara tersebut di malam hari, walaupun hanya melihat dari jauh saja,” harapannya.
Sementara itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo mengatakan, pemerintah akan berencana menyalakan kembali lampu Tower Pakaya Limboto yang sampai saat ini dinantikan oleh masyarakat Gorontalo, khususnya masyarakat di Kabupaten Gorontalo.
“Kami (Pemerintah) akan berencana membahas bersama dengan dinas pariwisata dan instansi terkait lainnya, untuk menyalakan kembali lampu yang terpasang di icon utama Kabupaten Gorontalo itu,” ujar Nelson saat ditemui usai shalat tarawih di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Senin (12/4) malam.
Lebih lanjut kata Nelson, pemerintah berencana akan menyalakan lampu tersebut pada malam pasang lampu nanti. Masyarakat diminta untuk tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan (protkes), dan tetap jaga agar tidak ada kerumunan.
“Rencananya akan di nyalakan pada malam pasang lampu atau tumbilotohe, tapi di area Tower Pakaya akan di atur kembali dan saya mengharapkan kepada masyarakat, walaupun lampu Tower Pakaya sudah dinyalakan, tetap patuh terhadap protkes dan jangan lupa hindari kerumunan,” tutup Nelson.
Reporter: Fandiyanto Pou











