Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKAB GORONTALO

Peristiwa Penyerangan Mabes Polri, Fory Naway: Kaum Hawa Jangan Percaya Doktrin Tidak Baik

×

Peristiwa Penyerangan Mabes Polri, Fory Naway: Kaum Hawa Jangan Percaya Doktrin Tidak Baik

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Fory Naway saat memeberikan sambutan di kegiatan pelantikan TP-PKK tingkat Kabupaten Gorontalo.

Dulohupa.id- Peristiwa penyerangan yang terjadi di Mabes Polri pada beberapa waktu lalu, jadi perhatian Pengurus TP-PKK Kabupaten Gorontalo. Sebab, penyerangan itu melibatkan seorang wanita. 

Fory Naway, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo menghimbau agar kaum hawa tidak mudah terpengaruh dengan doktrin-doktrin yang tidak benar, apalagi ada tindakan seperti penyerangan ataupun melakukan teror. Itu mencontohkan perilaku yang tidak baik katanya. 

“Saya mengimbau untuk kaum hawa, khususnya di Kabupaten Gorontalo agar kiranya tidak mudah terpengaruhi atau percaya dengan doktrin yang masuk ke pikiran. Tidak baik itu.  Bisa membuat cara berpikir kita di luar dari perilaku manusia yang sebenarnya,” ujar Fory kepada Dulohupa.id, Kamis (1/4). 

Ia pun berpesan, peran keluarga sangat baik untuk menghindari doktrin atau ajaran yang tidak baik semacam itu. Ia pun meminta para ibu untuk mendidik anak-anak, dan memastikan mereka berada di lingkungan yang baik. 

“Makanya kewaspadaan dini itu sangat perlu dalam keluarga. Jadi penekanan terhadap pendidikan dalam keluarga itu yang paling utama, karena itu peran ibu yang diperlukan. Jadi ibu itu lebih mementingkan keperluan anaknya dibanding pribadi, karena ditakutkan dan dikhawatirkan anak bisa masuk dalam ajaran yang tidak baik atau kena doktrin seperti itu,” jelas Fory. 

Senada dengan itu, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Siti Fatra Sunge menjelaskan, bahwa doktrin buruk kemungkinan telah diterima oleh wanita yang menyerang Mabes Polri tersebut. 

“Jadi, kami dari jajaran TP-PKK Kabupaten Gorontalo mengharapkan kepada seluruh kaum wanita agar kiranya tidak mudah terpengaruhi atau termakan dengan doktrin seperti itu, karena itu perilaku yang tidak pantas dicontoh,” tutup Fatra

Reporter: Fandiyanto Pou