Dulohupa.id-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo bersama Bank Indonesia (BI) Gorontalo, membahas rencana pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kabupaten Gorontalo, Selasa (9/3).
Wakil Bupati Gorontalo, Hendra S Hemeto mengungkapkan, bahwa pembentukan tim TP2DD tersebut untuk mengawal kebijakan program digitalisasi pembayaran di kabupaten tersebut.
“Ada satu program yang ditawarkan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo oleh pihak BI Provinsi Gorontalo, yakni pembayaran secara cepat dan tidak menggunakan uang tunai. Pembayarannya melalui aplikasi QR Code Indonesian Standar atau QRIS. Jadi awalnya akan dimulai dengan membentuk TP2DD lebih dulu,” ungkap Hendra usai lakukan pertemuan dengan BI Provinsi Gorontalo di ruang kerja Wakil Bupati Gorontalo.
Meski begitu kata Hendra, ia sudah merencanakan sosialisasi pembentukan dan manfaat TP2DD kepada jajaran pemerintah daerah maupun masyarakat Kabupaten Gorontalo.
“Kemungkinan pembentukan TP2DD akan disosialisasikan paling lambat bulan april, sekalian akan diperkenalkan dengan aplikasi QR Code Indonesia Standar,” Jelas Hendra.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank BI Provinsi Gorontalo, Budi Widi Hartanto menjelaskan, bahwa TP2DD ini akan mempercepat langkah pemerintah daerah dalam elektronifikasi transaksi, agar peningkatan pendapatan daerah di waktu mendatang.
“Jadi untuk pembayaran-pembayaran seperti pajak dan seterusnya, termasuk juga pengeluaran daerah itu dilakukan secara non tunai,” jelasnya.
Rencana pembentukan TP2DD ini juga dilakukan agar transaksi pelaku UMKM, pedagang, maupun masyarakat sebagai konsumen dapat berjalan lebih baik, dengan menggunakan aplikasi QR Indonesian Standar (QRIS) yang dinilai lebih cepat, mudah, murah, aman dan handal.
“Terakhir dari saya, ini akan menciptakan ekosistem di kalangan ASN. Kita akan membiasakan ASN di sini menggunakan transaksi elektronik dengan QRIS tadi,” tandasnya.
Reporter: Fandiyanto Pou











