Dulohupa.id- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pohuwato berencana akan menebang 60 hingga 70 persen pohon Trembesi (Samanea saman) yang tumbuh masif di Pohuwato. Sebab, pohon Trembesi yang tumbuh di beberapa titik di Pohuwato, sudah berumur tua, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Pohon tua ini bisa berdampak buruk pada masyarakat kalau tidak segera dikeluarkan,” ungkap Kadis DLH Pohuwato, Bahari Gobel, Kamis (17/12).
Tetapi tidak hanya menebang saja, pohon-pohon itu kata Bahari, nantinya akan diganti dengan pohon-pohon baru yang kaya manfaat. Misalnya pohon buah
Bahari pun menuturkan, bahwa memang penanaman pohon trembesi di wilayah tersebut tidak tertata baik. Kendati, penanaman itu merupakan program Kementerian Kehutanan. Lokasi penanaman yang sekarang kata dia cenderung membahayakan.
“Makanya akan kami ganti pohon trembesi yang berada di titik membahayakan tersebut, dan akan kami ganti pohon pelindung yang kaya manfaat. Tahun depan sekitar 60-70 persen pohon trmbesi ini akan kami ganti dengan pohon pelindung, seperti buah-buahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, jelas Bahari, pihak DLH juga sadar akan manfaat pohon yang memberikan oksigen dan penting untuk semua mahkluk hidup. Tapi, harus juga melakukan peremajaan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan.
“Pohon-pohon yang kaya manfaat itu yang akan kami programkan seperti tanaman buah-buahan rambutan, jambu, jambu bangkok, dan jenis tanaman buah-buahan lainnya yang kaya manfaat,” tutupnya.
Reporter: Zulkifli Mangkau











