Scroll Untuk Lanjut Membaca
INFO COVID-19

Menyaksikan Simulasi Vaksinasi COVID-19, Begini Tahapannya

×

Menyaksikan Simulasi Vaksinasi COVID-19, Begini Tahapannya

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso menggelar simulasi vaksinasi COVID-19 pada Rabu (16/12).

Adapun tata cara vaksinasi adalah, setiap masyarakat harus mendaftarkan diri dengan mengisi formulir google (google form). Masyarakat diminta mengisi data identitas diri, gejala yang sama seperti COVID-19, dan riwayat penyakit terdahulu.

Setelah itu, lalu melanjutkan dengan melakukan skrining. Langkah ini untuk memastikan apakah kesesuaian kriteria penerima vaksin.

Jika memenuhi kriteria sebagai penerima vaksin, maka masyarkat masuk ke ruang layanan vaksinasi. Setelah diberi vaksin, selanjutnya menuju meja observasi selama 30 menit untuk melihat apakah terjadi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau tidak.

Usai 30 menit menunggu, penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. Jika terjadi gejala pada saat sampai di rumah atau beberapa hari setelah vaksin, masyarakat diminta memeriksakkan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penerima vaksin diminta kembali setelah dua minggu ke depan untuk vaksinasi yang kedua.

Adapun simulasi vaksinasi semacam ini nantinya akan secara masif dilakukan. Hal itu seperti yang diungkapkan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto.

“Saya bersyukur karena simulasi yang kita laksanakan berjalan baik dan kita akan secara masif melakukan simulasi sampai waktu tiba dimana Emergency Use Autorization sudah diberikan BPOM baru kita bisa melaksanakan vaksinasi,” kata Menkes Terawan.

Ketika tiba waktunya vaksinasi, tambah Menkes Terawan, sudah tidak ragu-ragu lagi karena sudah terbiasa saat simulasi. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah pengaturan orang untuk tetap menjaga jarak, memakai masker dan cuci tangan pakai sabun.

Sementara itu, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (MENKO PMK) Muhadjir Effendy mengaku, antusias menyaksikan simulasi vaksinasi COVID-19 di RSPI Sulianti Saroso. Walaupun simulasi vaksin tersebut baru ditetapkan untuk pemberian kepada tenaga kesehatan ke depannya tinggal diselaraskan bagaimana simulasi pemberian vaksin untuk masyarakat.

Namun demikian, baginya yang terpenting adalah tidak ada KIPI setelah vaksinasi.

“Tidak ada KIPI setelah vaksin. Itu yang paling penting. Mudah-mudahan vaksinasi nanti berjalan lancar dan menambah imunitas tenaga kesehatan,” kata Menko PMK Muhadjir.

*Catatan: Bersama lawan virus corona. Dulohupa.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan, ibu, 3M (pakai Masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).
Editor