Dulohupa.id – Malam kejadian sebelum terjadi aksi pemukulan Dosen Fakultas Hukum, Universitas Negeri Gorontalo. Sejumlah oknum mahasiswa ternyata sempat mencari keributan di depan Pos Security UNG. Bahkan, oknum mahasiswa yang berjumlah tiga orang itu, sempat mengajak duel security yang tengah melakukan jaga malam.
Kepada tim Dulohupa.id, malam kejadian (Minggu,red) saat terjadinya aksi pemukulan terhadap salah seorang dosen di Kampus Universitas Negeri Gorontalo. Pos security sempat didatangi oleh tiga orang oknum mahasiswa. Mereka bahkan mengajak para security yang tengah bertugas untuk berduel. Beruntung para security saat itu enggan melayani aksi provokasi oknum mahasiswa itu.
“Dorang sempat singgah di Pos, torang dorang pangge bakalae. Cuma torang tidak layani saat itu,” ujar salah seorang security kepada tim Dulohupa.id.
Menurut pengakuan para anggota Security UNG, pelaku pencari keributan itu berjumlah tiga orang, dan menggunakan sepeda motor.
Tak lama kemudian usai aksi provokasi itu, menurut pengakuan para security, terjadilah aksi pemukulan terhadap salah seorang dosen hukum UNG itu.
Sebelumnya, Dosen Fakultas Hukum, Universitas Negeri Gorontalo babak belur dikeroyok oknum mahasiswa, Senin (30/11) dini hari. Korban, Taufik Zulfikar Sarson mengaku pelaku berjumlah lebih dari lima orang, dan berasal dari Fakultas Tehnik, Universitas Negeri Gorontalo.
Akibat pengeroyokan ini, korban mengalami sejumlah luka di sejumlah bagian tubuhnya. Bahkan kepala korban terlihat sobek akibat pukulan benda tumpul. Korban saat ini tengah dalam perawatan Rumah Sakit Multazam, Kota Gorontalo.
Reporter: Tim Redaksi Dulohupa.id












