6 Pelaku Pengeroyokan Siswa SMPN 1 Limboto Diberikan Sanksi Skorsing

oleh -55 Dilihat
Pengeroyokan Siswa
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Limboto, Irwan Podu (Foto: Kadek)

Dulohupa.id – Pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo memberikan sanksi skorsing kepada 6 siswanya yang merupakan pelaku pengeroyokan terhadap MRA.

Kepala SMPN 1 Limboto, Irwan Podu menegaskan, peserta didik terlibat penganiayaan diberikan skorsing selama 1 pekan setelah disetujui pihak sekolah dan orangtua siswa yang terlibat.

“Peserta didik ini melanggar tata tertib sekolah, kami sudah mengambil langka untuk memberikan skorsing selama 1 pekan,” ucap Irwan kepada awak media, Jumat (23/9/2022).

Irwan mengatakan, sebelumnya pihak sekolah telah berupaya menyelesaikan masalah ini dengan damai, namun pihaknya menghargai keputusan keluarga korban yang sudah melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Kami masih menunggu kelanjutannya seperti apa karena masalah ini sudah dilaporkan, tapi yang jelas dari pihak sekolah telah memebrikan sanksi kepada peserta didik yang terlibat,” ungkapnya.

“Kami juga telah memberikan bantuan kepada orangtua agar anaknya bisa diobati,” sambung Irwan.

Siswa Limboto Dikeroyok
MRA, seorang siswa SMPN 1 Limboto yang menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. (Foto: Kadek)

Sebelumnya, seorang siswa SMP Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo berinisial MRA menjadi korban penganiayaan oleh 6 orang seniornya. Korban yang duduk di kelas VIII itu dikeroyok hingga babak belur usai para siswa salat Zhuhur di Musholah sekolah pada Rabu (21/9/220) sekitar pukul 12.40 Wita.

Peristiwa bermula saat korban akan melaksanakan salat Zhuhur di Musholah, diminta para seniornya dari kelas IX memintanya untuk maju ke shaf depan. Namun permintaan itu ditolak korban.

TONTON VIDEO SISWA DI SMP NEGERI 1 LIMBOTO DIKEROYOK SENIOR:

“Sebelum diminta kakak kelas, anak saya sudah diperintahkan gurunya agar berdiri saja di shaf belakang. Tapi kakak-kakak kelasnya ini memaksanya untuk maju ke depan,” ucap Rahman Abdullah yang merupakan ayah korban, Jumat (23/9/2022).

Setelah melaksanakan Salat anaknya dihampiri 6 orang seniornya dan langsung menendang dan memukul beberapa kali ke tubuh korban.

“Ia sempat pingsan dan mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan, hidung dia juga berdarah. Matanya sudah tidak bisa melihat karena bengkak sekali. Ia ditendang-tendang seperti bola,” tuturnya.

Tim Dulohupa