Dulohupa.id – Selain merendam rumah warga, banjir juga masih merendam puluhan sekolah di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo hingga Senin (15/7/2024). Kondisi ini membuat pemerintah terpaksa meliburkan para siswa.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, tercatat sebanyak 44 sekolah yang terdampak banjir yang tersebar di 6 kecamatan yakni Kecamatan Tilango, Telaga Jaya, Tabongo, Limboto, Limboto Barat dan Dungaliyo. 44 sekolah terdampak yakni 19 sekolah dasar, 3 SMP dan 22 PAUD-TK.
Sebagian besar sekolah yang terdampak berada di Kecamatan Tilango yang menjadi lokasi terparah banjir.
Bahkan beberapa sekolah yang tidak terdampak parah, bahkan digunakan warga untuk mengungsi. Ruang kelas bahkan ruang guru, berganti dihuni oleh para pengungsi.
Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo, Haris Tome mengatakan, pemerintah setempat meliburkan sekolah yang hanya terdampak banjir maupun dijadikan tempat pengungsi. Sementara sekolah yang tidak terdampak, para siswa belajar seperti biasa.
“Libur sampai status tanggap darurat dicabut. Sampai mereka meninggalkan lokasi pengungsian dan diaktifkan sekolahnya. Sementara ada sekolah yang terendam banjir, sesuai hasil koordinas akan dilakukan musyawarah bersama guru untuk dilakukan pembelajaran di sekolah-sekolah yang sudah berjalan. Seperti ada sekolah yang diujung desa masih terndam air, maka siswa akan dipindahkan ke sekolah yang kering” papar Haris.

Orang tua maupun siswa juga memilih mengungsi di sekolah. Sebagian besar warga mengungsi di sekolah karena tak ada tempat lain.
“Belum sekolah karena masih banjir. Sekolah masih tutup. Sepatu dan baju saya hanyut. Saya sekarang mengungsi di sekolah. Sudah mau satu minggu saya mengungsi,’ tutur Arman Ano.
Sementara Warnia Abdullah Abas yang merupakan guru SDN 8 Tilango mengatakan, masyarakat sampai hari ini yang mengungsi di sekolah tersebut ada 126 orang.
“Yang terpakai ruang kelas, ruang guru. Mereka libur sampai air sudah redah. Meskipun sekolah ini sudah kering, tapi masyarakatnya masih tergenang air, mau tidak mau mereka hatus disini dulu. Selama mereka perlu bantuan, kita harus tampung disini,” tutur Warni.
Hingga Senin sore, banjir mulai surut di beberapa kecamatan. Dari 11 kcamatan, tersisa 7 kecamatan masih dilanda banjir. Salah satunya kecamatan Tilango menjadi lokasi terparah dan airnya masih mencapai dua meter. Sebagian besar warga terdampak parah yang tinggal di pesisir danau Limboto.
Reporter: Enda











