Dulohupa.id – Sebanyak 22 peserta seleksi terbuka dan kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kota Gorontalo bakal berebut 5 kursi JPT yang kosong di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.
Sebelumnya Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Gorontalo melaksanakan tahapan seleksi secara terbuka dan kompetitif terhadap 22 orang peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan lima jabatan yang kosong diantaranya adalah dinas Perpustakaan dan arsip, Dinas Sosial dan pemerdayaan masyarakat, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Dinas Kelautan, perikanan dan peternakan, serta 1 staf ahli di lingkungan Pemkot Gorontalo.
“Jabatan setingkat eselon II ini, dalam mengisi jabatan itu saya sebagai pembina kepegawaian diwajibkan sesuai dengan Undang-Undang untuk melakukan seleksi, melalui seleksi terbuka dan kompetitif. Sehingga saya bentuk panitia yang akan menguji mereka secara akademik, ilmiah, mereka harus membuat makalah dan mejawab berbagai pertanyaan serta mereka harus membuat rencana kerja kedepan,” Ujar Walikota Gorontalo, Marten Taha, Kamis (20/07/2023).
Marten Taha berharap agar pejabat pimpinan tinggi pratama yang diseleksi dapat menghasilkan pimpinan OPD yang berkualitas, memiliki etos kerja, kemampuan managerial, serta memiliki kemampuan bidang atau teknis. Namun, Marten Taha menegaskan hal yang terpenting teletak pada kemampuan leadership yang dimiliki dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.
“Yang memimpin dinas ini butuh yang namanya kemampuan leadership yang tinggi. Sebab jika dia tidak mampu menjalankan tugas yang dipimpin, kebijakan, progam, dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pasti tidak akan terarah dengan baik,” Tegas Marten Taha.
Disisi lain, Ketua Panita Pelaksana seleksi, Muhammad Amir Arham mengatakan bahwa seleksi dilaksanakan dengan 4 tahapan, yaitu rekam jejak peserta, mengikuti assesment, penilaian sosial budaya dan managerial, serta wawancara.
Setelah melalui 4 tahapan tersebut, akan diperoleh 3 calon dimasing-masing instansi untuk kemudian disusulkan kepada Pejabat Pembina kepegawaian yakni Walikota Gorontalo, Marten Taha yang akan menentukan dari ketiga nama dari masing-masing Instansi.
“Dalam seleksi ini, kita panitia pelaksana ada sebanyak 7 orang yaitu ada unsur pengawas, akademisi, pemerintah internal, dan ada unsur pemerintah yang lebih tinggi serta ada unsur dari pembina kepegawaian,” Jelas Amir Arham.
Reporter: Kris











