Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Wisata Pertanian Huntu Selatan: Ekowisata Favorit Saat Libur Panjang di Tengah Pandemi

DULOHUPA.id – Libur panjang di penghujung bulan Oktober, digunakan masyarakat untuk berburu tempat-tempat wisata berkonsep ekowisata atau wisata alam. Salah satu tempat yang tidak sedikit dikunjungi adalah Wisata Pertanian Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Wisata ini sendiri berupa jembatan yang dibangun di tengah tiga hektar sawah, dan mulai dibuka sejak 20 September 2020 kemarin. Jaraknya tidak jauh dari pusat Kota Gorontalo. Hanya kira-kira tujuh kilometer. Aksesnya pun mudah, menuju ke sana bisa menggunakan motor ataupun mobil, bahkan sepeda.

Panjangnya sekitar 321 meter, di tambah pemandangan yang asri, menjadikan tempat ini semacam obat untuk masyarakat yang berminggu-minggu berdiam diri di rumah karena pandemi COVID-19.

Pintu masuk Wisata Pertanian Huntu Selatan, Bone Bolango. FOTO/Yusuf Konoli

Dulohupa.id sendiri mengunjungi Wisata Pertanian Huntu Selatan saat matahari hampir tenggelam. Hijau padi yang asri, dengan sedikit cahaya jingga matahari, membikin semua sisi tempat ini cocok sebagai tempat berfoto.

“Jadi memang kita pemerintah desa, memaksimalkan potensi-potensi sawah ini di manfaatkan oleh semua kalangan. Mengingat kita kan cuman sawah tidak ada potensi lain selain sawah, Nah kita berpikir kira-kira apa yang harus dilakukan (agar) sawah ini jadi tempat wisata. Alhamdulillah berkat saran masukan dari pemerintah kecamatan dan masyarakat setempat, akhirnya kita sepakat untuk Desa Huntu Selatan siap dijadikan wisata di tengah sawah,” ungkap Kepala Desa Huntu Selatan, Yasin Jabi, kepada Dulohupa.id, Rabu (28/10).

Wisata Pertanian Huntu Selatan, Bone Bolango. FOTO/Wawan Akuba

Meski dibuka pada September kemarin, namun sebetulnya tempat ini sendiri telah dirancang sejak 2019. Dengan segala kendala yang ada, pemerintah setempat lantas menyeriusi pembangunannya setahun setelahnya.

“Sejak awal dibuka Wisata Pertanian Huntu Selatan, masyarakat dari berbagai tempat mulai mengunjungi (tempat) ini, terutama pada hari libur. (Jika dihitung) ada sekitar 1987 orang dari semua kalangan itu khusus hari minggu,” kata Yasin.

Pengunjungnya pun beragam. Tidak hanya anak-anak muda, namun ibu-ibu berserta keluarga, maupun sendiri. Melihat tingginya animo masyarakat yang datang, maka tentu pemerintah desa setempat mulai menyiapkan strategi agar pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan. Mengingat saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung.

Suasana malam Wisata Pertanian Huntu Selatan. FOTO/Wawan Akuba

“Di awal libur panjang atau cuti Bersama, Wisata Pertanian ini mulai ada peningkatan, cuman memang kita harus (mematuhi) protokol kesehatan terutama wajib pakai masker, jaga jarak, wajib cuci tangan, serta para pengunjung masuk ke dalam dibatasi minimal 50 persen dari sebelumnya,” papar Yasin.

Tiket masuk sendiri tidak terlalu mahal, setiap orang hanya perlu membayar lima ribu rupiah. Harga itu untuk semua kategori. Anak, dewasa maupun orang tua.

Cocok Tempat Belibur Bersama Keluarga

Seorang pengunjung yang ditemui di tempat tersebut bercerita, bahwa dirinya memang menyukai tempat-tempat berkonsep alam semacam ini. Khusus Wisata Pertanian itu kata dia, cocok untuk segala kalangan dan umur. Bahkan lebih cocok jika mengajak keluarga.

Wanita paruh baya bernama panjang Yusnita Pantu itu mengaku, banyak sudut-sudut untuk berswafoto. Bahkan kata dia, ada tempat-tempat isirahat jika lelah berfoto-foto atau berjalan-jalan.

Suasana malam Wisata Pertanian Huntu Selatan. FOTO/Wawan Akuba

“Tempat Wisata Pertanian Huntu Selatan ini sangat bagus apalagi bisa terjangkau (dan) dekat dengan pusat kota. Kami sangat senang dengan tempat wisata ini, pemandangannya sungguh indah selain melihat sawah Kita juga bisa melihat sunset,” Ujar Yusnita

Apalagi kata Yusni, harga tiket yang hanya dipatok lima ribu rupiah per orang, terbilang sangat murah. Di tengah pandemi dengan ekonomi melemah harga itu sangat terjangkau kata.

“Ya harganya (tiket) juga cuma lima ribu rupiah kan. Jadi itu murah  ‘banget’ untuk kami. Bolak balik ke sini pun jadi,” ungkapnya sambil tertawa dan melanjutkan swafotonya yang tertunda karena diwawancarai.

Reporter: Yusuf Konoli