Untuk Indonesia

Waspada! Cuaca Buruk Mengintai, Nelayan Diminta Tak Melaut

Dulohupa.id- Potensi cuaca buruk yang ditandai dengan angin kencang dan ombak tinggi, masih mengintai perairan Pohuwato. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo memprediksi, cuaca buruk tersebut akan berlangsung sepanjang Februari. Sebab, masih ada pergerakan awan cumulonimbus.

“Cuaca buruk di bulan Februari masih harus diwaspadai, juga kita masih berada di puncak curah hujan, dan adanya kemunculan perkumpulan awan kumulonimbus yang berdampak timbulnya angin kencang,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi, BMKG Gorontalo, Wahyu Guru Imantoko, pagi tadi, Senin (15/2).

Ia menjelaskan, untuk beberapa hari ke depan juga ketinggian gelombang laut harus diwaspadai. Karena sesuai prediksi, potensi gelombang tinggi masih akan terjadi.

“Bagian selatan masih berpotensi, begitu juga dengan perairan di bagian utara yang harus diwaspadai,” ujarnya.

Baru-baru ini misalnya, pada Minggu (14/2) kemarin, sebuah perahu yang ditumpangi oleh tujuh nelayan, terbalik karena dihantam ombak berketinggian tiga meter.

“Memang kemarin itu ada peristiwa perahu terbalik di perairan Marisa, ada tujuh orang yang hendak pergi memancing, tapi karena cuaca buruk perahu mereka dihantam ombak, dan alhamdulilah mereka selamat,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Pohuwato, Iswan Gau, pagi tadi (15/2).

Iswan menuturkan, cuaca buruk yang menimpa beberapa nelayan itu, akibat dari angin barat yang secara tiba-tiba berhembus dan menyebabkan beberapa perahu terbalik.

Ia pun berharap, masyarakat tidak melakukan aktivitas melaut terutama para nelayan, karena cuaca ekstrim masih berpotensi terjadi.

“Tadi pagi ada sekitar 16 orang yang terjebak dengan ombak besar juga, mereka baru balik dari pulau Lahe, tapi alhamdulillah mereka juga selamat. Makanya, kami berharap masyarakat jangan ada dulu yang melaut atau bepergian ke objek wisata seperti pulau yang harus menggunakan perahu selama 3-4 hari ke depan,” tambahnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.