Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
AdvertorialKOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Wali Kota Apresiasi Inovasi Kemenag Kota Gorontalo Gelar HAB Festival

×

Wali Kota Apresiasi Inovasi Kemenag Kota Gorontalo Gelar HAB Festival

Sebarkan artikel ini
Festival Kota Gorontalo
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memberikan piagam penghargaan kepada guru/pegawai berprestasi di bidang keagamaan.

Dulohupa.id – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengapresiasi inovasi dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Goronalo menggelar Kegiatan Hari Amal Bakti (HAB) Festival di halaman gedung My Futsal, Rabu (17/1/2024) malam.

Marten menilai apa yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo sangat berbeda dengan kegiatan Kemenag lainnya dalam memperingati Hari Amal Bhati ke-78. Festival ini menunjukan adanya pameran produk UMKM, lomba kesenian yang diikuti para siswa, serta penilaian siswa dan guru berprestasi di bidang agama.

Marten mengatakan, festival ini merupakan sebuah inovasi dan kreasi dalam rangka membangkitkan semangat kinerja baik di lingkungan keagamaan maupun di instansi lainnya. Ia menyebut hampir seluruh instansi baik di tingkat vertikal dan horizontal selalu ingin tampil beda, sehingga Kemenag Kota Gorontalo menggelar Festival di Hari Amal Bakti dengan cara berbeda.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, tertama ada pameran di dalamnya dengan menampilkan produduk-produk UMKM. Kami juga mendirikan stand disini agar mempermudah masyarakat yang ingin mengurus E-KTP misalnya, bisa di urus disini sebelum kegiatan festivalnya selesai,” ungkap Wali Kota.

Kegiatan ini kata Marten, perlu mendapat dukungan agar kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan oleh instansi lainnya.

Wali Kota menjelaskan, Kementerian Agama adalah mitra kerja pemerintah yang tentunya senantiasa dapat bekerja, berkolaborasi dan bersinergi di bidang keagamaaan mupun ruang lingkup kegiatan dan program, serta kebijakan Kemeneterian Agama.

“Karena bapak ibu sekalian, salah satu urusan yang tidak diberkan kepada pemerintah daerah sesuai undang-undang otonomi daerah, salah satunya adalah urusan agama. Jadi kami pemerintah daerah tidak urus agama, makanya ada kantor Kementerian Agama di setiap Kabupaten/Kota maupun provinsi. Bukannya kami pemerintah tidak urus agama, sehingganya kolaborasi harus dibangun,” jelas Marten.

Marten juga tak lupa mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan beragama. Ia mengajak masyarakat melakukan aktivitas kegiatan dengan melibatkan lintas agama, lintas etnis dan lintas budaya.

“Jadi terima kasih Kemenag Gorontalo yang telah membantu kami untuk melayani masyarakat dalam bidang keagamaan, sehingga roda pemerintahan berjalan baik’ pungkasnya.

Reporter: Enda