Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANPEMPROV GORONTALO

Wakili Gorontalo, Desa Mutiara Laut Masuk Nominasi 15 Besar Nasional Penanganan Stunting

×

Wakili Gorontalo, Desa Mutiara Laut Masuk Nominasi 15 Besar Nasional Penanganan Stunting

Sebarkan artikel ini
Desa Mutiara Laut
Foto bersama dalam kegiatan verifikasi lapangan di Desa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. Foto/Ist

Dulohupa.idDesa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa ini masuk nominasi 15 besar Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Percepatan penganan dan Penurunan Stunting 2025.

Prestasi ini diraih dalam pergelaran Lomba Desa Berkinerja Baik tingkat Nasional yang dilaksanakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia. Dalam lomba ini sudah tahap verifikasi lapangan dari Kemendes PDT yang dipimpin ketua tim verifikasi lapangan, Eppy Lugiarti melakukan kunjungan langsung ke Desa Mutiara Laut pada Selasa (26/8/2025).

Verifikasi lapangan turut didampingi kepala Dinas Dukcapil, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, kepala Bidang PPMDP, pihak Tim Percepatan Penurunan Stunting dan unsur stakeholder lainnya.

Kadis Reflin menjelaskan, Provinsi Gorontalo dua tahun berturut-turut masuk nominasi 15 besar tingkat nasional desa berkinerja baik dalam penanganan dan penurunan Stunting. Di tahun 2024, Desa Buata Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango.

“Sedangkan tahun 2025 ini, Desa Mutiara Laut Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penilaian desa terbaik dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional. Tim penilai Kemendes PDT melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan data sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Penilaian desa berkinerja baik tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga meliputi berbagai aspek krusial. Mulai dari rembuk desa, kelembagaan, pemanfaatan dana desa, inovasi program, hingga evaluasi dan monitoring yang dijalankan.

“Tim penilai datang langsung ke Desa Mutiara Laut bertujuan memvalidasi hasil penilaian sebelumnya, mulai dari verifikasi dokumen hingga wawancara virtual dengan Kepala Desa.
Verifikasi lapangan juga menjadi kesempatan bagi tim penilai pusat lintas kementerian untuk melihat lebih dekat praktik nyata konvergensi penurunan stunting di desa tersebut,” ungkap Kadis Reflin.

Sementara Kepala Desa Mutiara Laut, Danles Rahman mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerjama yang solid antara pemerintah desa dan masyarakat setempat, serta dukungan dari pihak-pihak terkait.

Kata Danles, warga memanfaatkan pangan lokal berbahan sayur daun kelor dibuatkan kue curuti yang disukai anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan Provinsi yang telah mendukung penuh capaian tersebut,” imbuh Danles.

Disisi lain Kepala Bidang Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Perdesaan, Irfan Gani menambahkan, Desa Mutiara Laut masuk nominasi 15 besar nasional karena masyarakatnya ikut berperan dan berpartipasi dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Partisipasi ini berupa pemikiran maupun pendanaan yang terus ada, termasuk juga kinerja KPM terhadap kepatuhan pelaporan dan pemantauan, serta adanya koordinasi dengan pemerintah desa dalam pencegahan stunting di desa dan selalu melaksanakan konsolidasi data dengan para kader lainnya yang ada didesa.

“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan, khususnya yang berbasis kesehatan, gizi, dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter: Enda