Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALO

Tujuh Polisi Polda Gorontalo Diduga Ikut Terlibat Pelanggaran SOP Bersama AKBP Beni Mutahir

82
×

Tujuh Polisi Polda Gorontalo Diduga Ikut Terlibat Pelanggaran SOP Bersama AKBP Beni Mutahir

Sebarkan artikel ini
Seorang anggota Bid Propam Polda Gorontalo menjaga ketat ruang pemeriksaan pelaku penembakan/F. Sadam

Dulohupa. Id – Tujuh anggota Polda Gorontalo diduga melanggar Standar Operasi Prosedur (SOP) dan kode etik Polri bersama Direktur Perawatan Tahanan dan barang bukti (Dir Tahti), AKBP Beni Mutahir.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono dalam konferensi pers di Mapolda Gorontalo, Rabu siang (23/3/2022).

Wahyu menjelaskan, AKBP Beni Mutahir dan tujuh anggota yang bertugas menjaga tahanan melanggar Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian soal Etika Kelembagaan.

“AKBP Beni Mutahir melanggar Pasal 13 Ayat (1). Pasal itu menyebutkan bahwa setiap anggota Polri dilarang menyalahgunakan kewenangan dalam melaksanakan tugas kedinasan. Selanjutnya, melanggar Pasal 13 huruf f yang berbunyi; dilarang mengeluarkan tahanan tanpa perintah tertulis dari penyidik, atasan penyidik atau penuntut umum, atau hakim yang berwenang, ” Papar Wahyu.

Lanjutnya, tujuh anggota Polda Gorontalo tersebut melanggar Pasal 7 ayat 3 yang berbunyi, setiap anggota Polri yang berkedudukan sebagai bawahan wajib menolak perintah atasan yang bertentangan dengan norma hukum, norma agama, dan norma kesusilaan, serta melaporkan kepada atasan pemberi perintah atas penolakan perintah yang dilakukannya untuk mendapatkan perlindungan hukum dari atasan pemberi perintah.

“Pada kasus ini AKBP Beni Mutahir menyalahgunakan kewenangan dengan memerintahkan para anggota mengeluarkan tahanan, ” Tegas Wahyu.

Saat ini Bid Propam Polda Gorontalo masih melakukan pemeriksaan kepada para anggota Polri yang melanggar kode etik profesi. Kepolisian terkait juga belum menjelaskan secara rinci nama ke tujuh anggota tersebut.

“Kasus ini masih dalam audit investigasi untuk dilanjutkan ke proses sidang Komisi Kode Etik,”ungkapnya.

Sebelumnya AKBP Beni Mutahir tewas ditembak oleh seorang tahanan narkoba bernama Rocky di rumah pelaku di Perumahan Asparaga, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo pada Senin (21/3/2022). Korban ditembak dengan senjata api rakitan yang tersimpan di rumah pelaku.

Reporter: Sadam