Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
GORONTALOGORONTALO UTARAHEADLINE

Tim PKM Riset UNG Berhasil Analisis Endapan Paleotsunami di Kwandang

×

Tim PKM Riset UNG Berhasil Analisis Endapan Paleotsunami di Kwandang

Sebarkan artikel ini
Analisis Paleotsunami
Tim PKM-RE UNG melakukan ekspedisi di wilayah Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Dulohupa.id – Tim program kreativitas mahasiswa bidang riset (PKM-RE) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), berhasil menganalisis temuan endapan Paleotsunami di Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Temuan tersebut kemudian menjadi sebuah tanda atau langkah maju dalam pemahaman bencana geologi dan pengurangan risiko di wilayah tersebut. Kecamatan Kwandang sendiri merupakan wilayah yang terletak di pesisir utara Gorontalo dan sering kali menjadi pusat perhatian karena rentan terhadap bencana geologi seperti gempa bumi dan tsunami.

“Hal itu sesuai dengan penelitian sebelumnya (Pasau, Tanauma, 2011) yang mengatakan bahwa daerah Utara Gorontalo menjadi tempat dari pertemuan 3 lempeng yang saling bertumbukan pada masa Neogen. Nah seiring dengan peningkatan aktivitas Seismik di wilayah itu, penelitian kami mengenai potensi Paleotsunami dan periode ulang gempa bumi akan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang ancaman yang mungkin terjadi dan upaya mitigasi yang diperlukan,” Ungkap Ketua Tim PKM-RE UNG, Tirsya Aygina Jaenet Mooduto.

Paleotsunami
Lokasi pengambilan sampel edeman sedimen Paleotsunami. Foto: Tim PKM-RE UNG

Tirsya juga membeberkan bahwa berdasarkan katalog gempa bumi signifikan yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setidaknya terdapat enam kejadian gempa bumi merusak, dimana gempa bumi dan tsunami pernah terjadi di Gorontalo pada 17 November 2008. Menurutnya hal tersebut menunjukkan bahwa kejadian gempa bumi terjadi tidak hanya sekali dan mempunyai potensi berulang di masa depan.

“Catatan kegempaan yang tersedia rentangnya kurang dari 100 tahun, sehingga tidak cukup untuk menggambarkan kondisi Seismotektonik yang ada. Tingkat Seismik yang ada bisa saja menimbulkan tsunami besar di masa lampau, namun memang bukti jejak tsunami secara geologis mengenai seberapa tinggi dan jauh Inundasinya belum ada,” Jelas Tirsya Aygina.

Lebih lanjut Tirsya bersama timnya mengatakan bahwa pengetahuan tentang periode ulang gempa bumi magnitudo besar yang memicu tsunami belum banyak diketahui. Sehingga, penelitian tersebut dilakukan untuk mengkaji pola spasial dan temporal kejadian gempa di laut Sulawesi dengan menggunakan data historis gempa serta menganalisis dampak tsunami yang pernah terjadi pada masa lampau melalui pemodelan geofisika dan survei geologi.

Tim PKM-RE UNG yang terdiri dari mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2020, diantaranya Tirsya Aygina Jaenet Mooduto, Fadhil Abdillah Ahmad, Mohamad Ashar Fitrayadi R.S Kodung, Niluh Ananda Pusvita Sari, Taufik Hidayansyah dan dosen pembimbing Dr. Aang Panji Permana,ST.,MT telah melakukan ekspedisi lapangan yang intensif di daerah sekitar Kecamatan Kwandang. Dimana mereka telah mengumpulkan sampel endapan sedimen dilokasi yang diduga terkena dampak Paleotsunami dalam sejarah geologis.

“Dari analisis awal, kami berhasil mengidentifikasi lapisan yang diduga melupakan endapan yang dapat dihubungkan dengan kejadian Paleotsunami dimasa lalu. Dengan menggunakan parameter Seismotektonik dan analisis endapan sedimen, kami dapat memperkirakan potensi skala dan frekuensi gempa kuat dan Paleotsunami di wilayah ini,” Pungkas Tirsya.

Penelitian tersebut berkerjasama dengan stasiun Geofisika Gorontalo dalam upaya pengumpulan data dan analisis. Serta dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Gorontalo Utara dan Basarnas Kecamatan Kwandang dalam pengambilan data kebencanaan.

“Kerjasama yang baik antara tim PKM-RE UNG dan stasiun Geofisika Gorontalo telah menghasilkan temuan yang sangat berharga dalam upaya mitigasi bencana geologi di Kwandang,” Tutur Hasan Arif Efendi sebagai perwakilan Stasiun Geofisika Gorontalo.

Sementara itu, Dosen pembimbing tim PKM-RE UNG, Aang Panji Permana mengungkapkan bahwa temuan tersebut memberikan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah bencana geologi di Kwandang. Temuan tersebut dinilai menjadi langkah pertama dalam mengidentifikasi potensi ancaman dan merencanakan langkah-langkah mitigasi yang sesuai.

“Penemuan endapan Paleotsunami di Provinsi Gorontalo ini menjadi yang pertama kali ditemukan oleh tim ini, sehingga dapat menjadi penemuan berharga bagi Provinsi Gorontalo,” Ujar Aang Panji Permana.

Didamping itu, tim PKM-RE UNG berencana akan terus berkolaborasi dengan pihak berwenang dan pemangku kepentingan lokal untuk menyebarkan temuan tersebut dan mendukung inisiatif mitigasi bencana yang lebih efektif di Kwandang. Melalui pemahaman tersebut diharapkan dapat ditemukan strategi mitigasi yang lebih canggih dan berkelanjutan.

Terlepas dari itu, penelitian yang dilakukan merupakan contoh nyata dari peran perguruan tinggi dalam mendukung pemahaman dan mitigasi bencana di wilayah rentan serta menjadi bukti komitmen UNG dalam berkontribusi pada upaya perlindungan masyarakat dan lingkungan sekitarnya, terutama dalam menghadapi ancaman bencana geologi yang kompleks.

Reporter: Kris