Untuk Indonesia

Talulobutu Jadi Percontohan PPKM Tingkat Desa di Bone Bolango

Dulohupa.id– Desa Talulobutu, Bone Bolango menjadi Pilot Project penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Gorontalo. Pembatasan aktivitas masyarakat berskala mikro ini menjadi salah satu program prioritas 100 hari Kapolri, Untuk menekan penyebaran Covid-19 serta mengembalikan geliat ekonomi di tengah masyarakat.

Tak hanya penerapan PPKM Skala Mikro, Pemda Bone Bolango dan Polres Bone Bolango juga tengah merencanakan pencanangan 16 kampung tangguh dan 2 wisata tangguh di Kabupaten Bone Bolango.

PPKM di Desa Talulobutu sendiri akan menjadi percontohan penerapan PPKM di seluruh desa yang ada di Kabupaten Bone Bolango. Nantinya Pemda dibantu Polres setempat akan melakukan kajian serta analisa terkait penerapan kebijakan ini.

Baca Juga:  Ibu Hamil Berstatus PDP Covid-19 di Gorontalo Meninggal Dunia Setelah Mengalami Kejang

Kapolres Bone Bolango AKBP Suka Irawanto, SIK, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapkan, Penerapan PPKM adalah upaya TNI-Polri dan pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang disiplin protokol kesehatan. Sehingga kesadaran penerapan protokol kesehatan dapat timbul dari warga masyarakat itu sendiri.

“Dalam kegiatan PPKM Skala Mikro ini. Kepolisian bersinergi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pembatasan kegiatan masyarakat. Khususnya bagi mereka yang diduga melakukan kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi covid-19,” ungkapnya.

Tak hanya itu. Dalam penerapan PPKM, Selain melakukan pembatasan kegiatan, Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan yang ada di desa. Baik dari segmen Pariwisata, Ekonomi, Perkebunan dan Kehidupan masyarakat sekitar.

“Kampung tangguh memiliki kontribusi besar dalam penguatan ekonomi masyarakat. Masyarakat bisa secara mandiri memanfaatkan lahan-lahan yang kosong. Contohnya untuk desa Tulalobutu ini, Masyarakat bisa mengelola wilayah pesisir sungai menjadi tempat wisata. Jadi masyarakat selain bisa mendapatkan manfaat pengelolaan objek wisata, juga bisa menjadi tempat pemasaran hasil produksi pertaniannya. Tapi tentunya tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” tandasnya.

Baca Juga:  Marten Taha Bahas Lima Program Prioritas dalam Rapat APEKSI

 

Berita ini merupakan bagian dari kerjasama antara Redaksi Dulohupa,id dan Humas Polda Gorontalo, Sebagai salah satu sarana penyebaran Informasi Publik untuk Masyarakat Provinsi Gorontalo

Redaksi
 

Comments are closed.