Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERSPEKTIF

Strategi Milenial Lawan Korupsi, Membangun Kesadaran dan Perubahan

30
×

Strategi Milenial Lawan Korupsi, Membangun Kesadaran dan Perubahan

Sebarkan artikel ini
Lawan Korupsi
Ilustrasi Stop Korupsi/Ist

Penulis: Shafira Ilahude (Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Negeri Gorontalo)

Korupsi telah menjadi masalah yang sangat kompleks dan berbahaya di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, korupsi telah menghancurkan sistem perekonomian, demokrasi, politik, hukum, dan tatanan sosial kemasyarakatan di negeri ini. Korupsi tidak hanya merusak ekonomi dan stabilitas negara, tetapi juga berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam upaya memerangi korupsi, peran generasi muda sangatlah penting.

Generasi muda yang sudah sejak dini tertanam jiwa anti korupsi akan membawa perubahan sebagai pemutus rantai penyakit korupsi saat mereka dewasa kelak. Strategi pemberantasan korupsi sudah dilakukan beberapa kalangan, mulai dari lembaga pemerintah hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, perbaikan sistem dan upaya penindakan hukum terhadap koruptor masih perlu dilakukan cara-cara efektif lainnya.

Edukasi dan kampanye yang selama ini sudah dilakukan seharusnya dapat menjadi jembatan pembelajaran untuk membangkitan kesadaran masyarakat mengenai dampak korupsi. Pendidikan anti korupsi sejak sekolah dasar dengan melakukan pendidikan anti korupsi yang mencakup aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik dapat membentuk pribadi siswa yang memiliki sikap, keyakinan, dan kesadaran penerapan perilaku anti korupsi di seluruh lapisan kehidupan masyarakat.

Di era milenial saat ini, perlu ditanamkan perilaku peduli, mandiri, disiplin, tanggung-jawab, kerja keras, sederhana, berani, adil. Nilai anti korupsi tersebut harus ada didalam tiap individu agar nantinya mereka dapat menjauhi perilaku koruptif tersebut. Pelibatan generasi muda sangatlah amatlah penting, karena kelak merekalah yang menjadi garda terdepan dalam meneruskan pembangunan di segala bidang.