Scroll Untuk Lanjut Membaca
POHUWATO

Soal PAW Wakil Ketua BPD Hutamoputi, DPRD Belum Ambil Tindakan

110
×

Soal PAW Wakil Ketua BPD Hutamoputi, DPRD Belum Ambil Tindakan

Sebarkan artikel ini
PAW BPD Hutamoputi
Rapat dengar pendapat terkait PAW salah satu anggota BPD Hutamoputi, di ruang rapat DPRD Pohuwato. Foto/Hendrik Gani

Dulohupa.id – Terkait Pergantian antar waktu (PAW) Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Hutamoputi, Kecamatan Dengilo, DPRD Kabupaten Pohuwato mengaku belum langsung mengambil tindakan untuk memprosesnya.

Hal itu diungkapkan ketua Komisi l, Ambran Andjulangi usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kabag Hukum, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Pemerintah Kecamatan Dengilo, dan Pemerintah Desa Hutamoputi, Selasa (30/5/2023).

Ambran Andjulangi menjelaskan, sebagian besar anggota BPD bersama ketua meminta wakil ketua BPD, Supendri Dauwango segera digantikan karena dinilai melanggar indisipliner.

Dirinya mengungkapkan belum langsung mengambil tindakan untuk mendorong Dinas PMD segera menanggapi persoalan tersebut.

“Karena kami masih ada pertimbangan-pertimbangan lain, jangan sampai ada konflik pribadi dengan ketua dan beberapa anggota. Kami serahkan kembali ke pemerintah kecamatan termasuk kepala Dinas PMD untuk duduk bersama berembuk kembali. Hasilnya sesuai dengan apa yang menjadi kesepakatan usai pertemuan itu,” ungkap Ambran.

Hal itu dilakukan agar benar-benar tidak ada pihak yang dirugikan. Memang kata Ambran unsur indisipliner sesuai Permendagri itu sudah jelas.

“Memang fakta sebenarnya sesuai aturan secara enam kali berturut-turut tidak hadir dalam rapat-rapat penting sesuai tugasnya, dan kemudian yang bersangkutan di PAW, itu silahkan,” ujarnya

Namun kata Ambran DPRD belum langsung mengambil keputusan, sebab masih melihat apakah yang akan di PAW tersebut masih bisa berubah dan akan menunjukan kembali profesional dalam bekerja.

“Kalau masih ada jalan keluar yang membuat dia akan mengaku untuk memperbaiki kinerjanya. Yah itu kita serahkan kembali sesuai putusan yang akan digelar nanti,” tandasnya

“Untuk anggota BPD ini yang menurut sebagian orang melanggar. Apa salahnya anggota BPD yang akan di PAW ini diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki kinerjanya,” sambungnya.

Sebab kata Ambran pihaknya melihat dalam situasi itu ada paham yang saling berseberangan. Sebab kata dia yang bersitenggang tersebut adalah ketua BPD dan anggota yang akan di PAW.

“Karena kami lihat yang agak berseberangan itu ketua dan salah satu anggota yang mereka anggap melanggar aturan itu,” tandasnya.

Reporter: Hendrik Gani