Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
INFO COVID-19PERISTIWA

SLTA di Pohuwato Mulai Berlakukan PTM

×

SLTA di Pohuwato Mulai Berlakukan PTM

Sebarkan artikel ini
siswa SMA Marisa saat melakukan aktivitas PTM/Surdin

Dulohupa.id-Memasuki tahun ajaran 2021/2022, Pemerintah mulai mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Seperti halnya SMAN 1 Marisa, Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang mulai mengizinkan siswa untuk melakukan PTM sejak tiga pekan kemarin.

Wakasek Kurikulum SMAN 1 Marisa, Sudirman Ibrahim mengatakan, PTM ini berdasarkan hasil pertimbangan dan observasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo dan juga merujuk pada SKB tiga menteri.

Ia juga menerangkan, selain tetap menaati protokol kesehatan (prokes), guru dan siswa juga wajib untuk melakukan vaksinasi Covid-19 sebelum PTM dimulai.

“Jadi sebelum melaksanakan itu terus diamati kalau sudah siap sekolah itu melaksanakan prokes, kemudian kami juga atas petunjuk dari dinas provinsi kita disampaikan bahwa salah satu syarat melaksanakan pembelajaran itu gurunya sudah divaksin kemudian siswanya juga sudah divaksin,” katanya saat ditemui di sekolah, Kamis (30/9/2021).

Ia juga menuturkan, siswa yang tidak layak untuk divaksin maka wajib untuk memperlihatkan bukti surat keterangan dari dokter. Jika nantinya ada siswa yang re-aktif saat proses PTM kata Sudirman, maka pihak sekolah akan segera memberhentikan PTM.

“Jadi untuk sepanjang ini kita masih dalam proses vaksinasi,” terangnya.

Hingga saat ini menurutnya, siswa yang sudah mulai mengikuti proses PTM yaitu siswa yang sudah melakukan vaksinasi. Lebih jauh, pihak sekolah juga tidak memaksakan siswa yang orang tuanya masih khawatir jika anaknya vaksin.

“Jika masih ada orang tua yang masih was-was dengan vaksin, kita tidak paksa, karena nanti memang ada pembelajarannya daring,” ungkapnya.

Selain itu, proses PTM juga dilakukan secara berganti-gantian dan waktu yang disediakan juga terbatas atau tidak seperti waktu normal sebelum pandemi.

“Jadi kita hadirkan dua hari dua hari, jadi senin selasa kita hadirkan kelas X, kemudian rabu kamis kita datangkan kelas XI kemudian Jumat Sabtu kelas XII,” ujarnya.

“Kita hanya diberikan arahan dari pemerintah itu paling normalnya 2 jam, 120 menit, jadi kita menyesuaikan dengan keberadaan sekolah. Kalau kita tadi kan mulai jam 8 kita pulang jam 10, jadi kita tidak bisa lama disini,” tandasnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau