Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
BONE BOLANGOHEADLINEPENDIDIKAN

Siswa SDN 1 Bone Raya Tak Punya Gedung, Patungan Sewa Tempat Belajar

×

Siswa SDN 1 Bone Raya Tak Punya Gedung, Patungan Sewa Tempat Belajar

Sebarkan artikel ini
SDN 1 Bone Raya
Proses belajar mengajar di bekas bangunan masjid oleh siswa dan guru SDN 1 Bone Raya. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Mirisnya pendidikan masih terlihat di Provinsi Gorontalo, seperti yang dirasakan puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Bone Raya yang terletak di jalan Trans Sulawesi, Desa Tombulilato, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango.

Selama 4 tahun para siswa dan guru tak memiliki gedung pasca sekolah mereka rusak diterang banjir bandang pada bulan Agustus 2020 silam.

Salah satu guru SDN 1 Bone Raya, Riskawati Pakaya mengatakan, mereka bertahan meskipun mondar-mandir pindah tempat untuk menjalankan rutinitas belajar-mengajar.

Kenapa tidak, saat ini saja siswa dan guru hanya bisa menempati bangunan masjid yang tak terpakai, bahkan harus disewa. Biaya sewa bangunan didapatkan dari hasil patungan, serta uluran para dermawan dari beberapa Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango. Selama 4 tahun berjalan, tak ada perhatian pemerintah setempat.

“Kalau di bangunan masjid ini sudah enam bulan dan itu sewa. Sebelumnya pernah pindah-pindah. Pernah memanfaatkan rumah warga, pernah juga memanfaatkan bekas rumah guru yang memang tidak layak sekali untuk belajar,” jelas Riskawati saat ditemui awak media, Rabu (08/1/2025).

SDN 1 Bone Raya merupakan sekolah gugus. Namun pasca diterjang banjir, banyak siswa yang memilih pindah sekolah karena tidak nyaman. Di bekas bangunan masjid saja, para siswa dan guru terkumpul di satu tempat, sehingga menimbulkan keributan dan tidak fokus menerima pelajaran. Bahkan seluruh siswa kelas 3 hanya melantai ketika menerima pelajaran.

Kini jumlah muridnya hanya 61 orang tercatat di Dapodik, serta 11 orang tenaga guru dan operator.

“Dalam satu kelas itu sudah tidak sampai 20 siswa,” imbuhnya.

Siswa dan guru berharap pemerintah bisa membangun sekolah yang baru. Pihak sekolah masih menunggu realisasi dari pemerintah untuk rencana pembangunan gedung sekolah di Tahun 2025.

“Semoga saja terealisasi di tahun ini. Selama ini memang para siswa sudah tidak nyaman karena sering pindah-pindah tempat belajar,” pungkas Riskawati.

Reporter: Yayan