Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
GORONTALOHEADLINEPERISTIWA

Sidang Kerusuhan Pohuwato, Bupati dan Ketua DPRD akan Dihadirkan sebagai Saksi

×

Sidang Kerusuhan Pohuwato, Bupati dan Ketua DPRD akan Dihadirkan sebagai Saksi

Sebarkan artikel ini
Sidang kerusuhan Pohuwato
Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Pohuwato saat menjadi saksi dalam perkara persidangan kerusuhan pohuwato yang terjadi pada 21 September 2023 lalu. foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Bupati Pohuwato, Saipul A Mbuinga dan Ketua DPRD, Nasir Giasi dan akan dipanggil Majelis Hakim untuk hadir sebagai saksi dalam sidang perkara kerusuhan di Pohuwato.

Hal itu diungkapkan Majelis Hakim Ketua Pengadilan Negeri Gorontalo, Achmad Paten Sili saat melakukan sidang perkara kepada 35 orang terdakwa kerusuhan yang mengakibatkan rusaknya kantor DPRD dan terbakarnya kantor Bupati Pohuwato.

Hal itu buntut dari para saksi yang dihadirkan pemerintah daerah dan DPRD tidak berkompeten dalam menjelaskan peristiwa yang terjadi saat itu.

Majelis Hakim, Achmad saat mempertanyakan kesaksian yang diberikan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan), diakuinya tidak jelas. Sehingga dirinya meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan ketua DPRD dan bupati dalam persidangan.

“Bupati dan Ketua DPRD jadi saksi nda dalam perkara ini?. Panggil nanti, saudara Sekwan tidak jelas omongannya,” tegas Majelis Hakim, saat memimpin sidang kepada 35 terdakwa dalam perkara kerusuhan pengrusakan dan pembakaran Kantor Bupati Pohuwato, pada Selasa (30/1/2024).

Baca Juga: Hakim Sebut Penyidik Mengarang BAP Saksi Perusakan Kantor DPRD Pohuwato

Achmad mengaku dengan dipanggilnya ketua DPRD dan bupati untuk memperjelas sebenarnya kebijakan apa yang menyebabkan sampai masyarakat merusak dan membakar fasilitas negara.

“Kebijakan mereka seperti apa tidak tahu?. Ya, ini karena saudara (Saksi) tidak jelas, biar tidak ada dalam berkas, ketua DPRD dan bupati saya panggil. Kalau saudara jelas, mereka tidak perlu kita panggil. Ini dari tadi tidak jelas, saya tidak ada lah, saya sudah pulang, saya begini begitu. Ah, apa tidak jelas,” ujarnya.

Bahkan saksi Sekwan mengaku apa yang disampaikan sudah seperti kejadian bahwa dirinya saat itu tidak tau dan lain sebagainya. Maka Achmad pun mengaku apa yang saksi sampaikan masih sangat-sangat kurang.

“Kita mau tau, masyarakat jadi bringas itu karena apa. Ketua DPRD dan bupati respon tidak? Atau ada ngga respect nya, ada ngga kepedulian?. Kita mau tau itu,” ujar Achmad dengan nada tegas.

Reporter: Hendrik Gani