Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOHEADLINEPERISTIWA

Seorang Petani Bone Bolango Tewas dengan Luka Iris di Urat Nadi

3057
×

Seorang Petani Bone Bolango Tewas dengan Luka Iris di Urat Nadi

Sebarkan artikel ini
Petani Bone Bolango Tewas
Kapolsek Tapa, Iptu Atmal Fauzi dan tim evakuasi membawa jasad seorang petani yang ditemukan tewas. Foto: Istimewa

Dulohupa.id – Warga Desa Meranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat dengan luka di urat nadi pada bagian tangan, Minggu, (07/5/2023).

Mayat tersebut diketahui berinisial NH (23) yang merupakan seorang petani di Dusun 3 Desa Meranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango.

Pada awalnya, sekitar pukul 24.00 Wita, ayah korban mendatangi tempat kejadian yang berjarak kurang lebih 2 Kilometer dari rumah korban. Setelah tiba dilokasi, ayah korban menemukan NH dalam posisi terbaring di Pondok miliknya dan sudah tidak bernyawa.

Dilokasi kejadian tersebut, ayah korban menemukan sebilah parang dengan ukuran kurang lebih 40 cm dengan gagang berwarna coklat dan sarung abu-abu yang terletak di bawah kaki korban. Selain itu, korban ditemukan dalam kondisi terluka di bagian tangan kiri tepatnya dibagian urat nadi, sehingga korban diduga meninggal karena kehabisan darah.

Melihat kejadian tersebut, ayah korban lantas turun ke Desa untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada istri dan kakak kandung korban. Kemudian ayah korban melaporkan hal itu kepada pihak pemerintah Desa Meranti. Tak berselang lama, sekitar pukul 06.45 Wita pihak Pemerintah Desa menyampaikan laporan penemuan mayat tersebut kepada pihak Polsek Tapa.

Berbekal informasi yang diterima, dengan sigap Kapolsek Tapa, Iptu Atmal Fauzi bersama sejumlah personil langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan olah TKP.

Setelah melakukan olah TKP, korban langsung di evakuasi oleh jajaran Polsek Tapa dibantu anggota TNI, Babinsa, Babinkantibmas serta masyarakat Meranti. Korban dievakuasi menggunakan tandu yang terbuat dari kayu dan sarung, yang kemudian diusung secara bergantian oleh tim evakuasi menuju rumah korban.