Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Selama Tiga Bulan Ke Depan Gorontalo Alami Fenomena La Nina, Ini Dampaknya

Dulohupa.id- Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, memprediksi daerah Gorontalo akan terkena dampak dari fenomena cuaca La Nina.

Fenomena ini diprediksi akan terjadi selama tiga bulan ke depan, di antaranya bulan Desember, Januari, dan Februari. Sedangkan pada bulan November, masih dalam tahap penyesuaian perpindahan zona musim.

Kepala Seksi Data dan Informasi, Wahyu Guru Imantoko memaparkan, memang benar daerah Gorontalo akan kena dampak dari Fenomena La Nina tersebut. hanya saja, fenomena La Nina yang terjadi di Gorontalo, dalam hasil pantauan BMKG pusat masih berada pada La Nina moderet atau La Nina sedang.

“Fenomena La Nina yang diprediksi ini, bersifat sedang bukan La Nina kuat, dan akan berlangsung sampai pada awal tahun 2021,” kata Wahyu kepada Dulohupa belum lama ini.

Wahyu juga menjelaskan, dampak dari La Nina ini akan meningkatnya curah hujan, yang kisaran presentasenya di 15-40 persen untuk akumulasinya. Maka dari itu, potensi yang dihasilkan dari curah hujan yang tinggi itu ialah banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang menyebabkan gelombang laut naik.

“Memang pada dasarnya setiap fenomena La Nina akan menimbulkan curah hujan yang tinggi, tapi kali ini, curah hujan yang diprediksi oleh BMKG sendiri akan cukup tinggi karena bersamaan dengan musim penghujan tiba,” jelasnya.

Sehingga itu, kata Wahyu, masyarakat diminta untuk mewaspadai dampak dari La Nina tersebut, dan melakukan langkah-langkah mitigasi, “meskipun bersifat sedang tapi perlu diwaspadai untuk dampak dari fenomena La Nina ini,”.

“Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kebijakan di setiap daerah di Gorontalo, untuk melakukan langkah-langkah persiapan dalam menghadapi potensi yang terjadi akibat dari fenomena La Nina,” terang Wahyu kepada Dulohupa.id

Untuk itu, lanjut Wahyu, ia berharap agar semua pihak dapat terlibat dalam melakukan pencegahan atau mitigasi saat potensi bencana alam terjadi yang merupakan bagian dari dampak La Nina itu sendiri.

Dikutip dari Tirto.id, fenomena La Nina adalah kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.

Fenomena La Nina akan dinyatakan sebagai “Kejadian La Nina” atau “La Nina event” apabila kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin daripada kondisi normalnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau