Selain COVID-19, TBC Masih Menjadi Momok Menakutkan di Pohuwato

Dulohupa.id- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pohuwato menyebutkan, bahwa penyakit tuberculosis (TBC) menempati posisi dengan peningkatan kasus setiap bulannya.

Dari 10 penyakit terbesar di Pohuwato, kasus TBC selalu muncul dalam laporan evaluasi bulanan antara dinkes dan puskesmas di Pohuwato.

“Setiap evaluasi saya selalu tanya apa 10 penyakit terbesar, TBC selalu masuk dalam laporan tersebut,” kata Kadis Kesehatan, Sarahwanti Abas, belum lama ini kepada Dulohupa.id.

Kata Sarahwanti, memang tiap bulannya kasus TBC selalu mendominasi di Pohuwato.

“Tiap bulan selalu ada laporan kasus TBC di puskesmas,” tuturnya.

Data Dikes Pohuwato, dalam dua tahun terakhis terjadi peningkatan kasus TBC di Pohuwato. Pada tahun 2019 saja, terdapat 454 kasus TBC yang ditemukan dalam satu wilayah kerja puskesmas yang tersebar di 17 titik di Pohuwato.

Dan pada tahun 2020 kemarin, data sebaran kasus TBC yang ditangani di setiap puskesmas dalam laporan dikess Pohuwato sebanyak 285 kasus.

Sehingga itu, kata Sarahwanti, penyakit TBC juga menjadi salah satu penyakit yang mengkhawatirkan di Pohuwato, selain COVID-19.

“Sebenarnya jika dibandingkan, TBC merupakan penyakit yang berbahaya selain COVID-19. Karena melihat tren kasus COVID-19 ada yang bisa sembuh dalam 10 hari. Sedangkan TBC harus menunggu berbulan-bulan, dan jika tidak mendapat penanganan yang baik bisa berujung pada kematian,” kata Sarahwanti.

Reporter: Zulkifli Mangkau