Dulohupa.id – Sejumlah 47 kepala keluarga (KK) di Desa Biluango, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo terdampak banjir pada beberapa hari kemarin. Kondisi ini membuat sejumlah rumah warga alami kerusakan.
Kepala Desa Biluango, Yakub Djamala kepada awak media mengatakan bahwa banjir yang melanda wilayahnya telah berulang kali.
“Sejak saya menjabat tahun 2020, pertama banjir itu tahun 2022. Dan ini titik banjir terbesar kemarin di tahun 2023. Termasuk ini beberapa hari kemarin yang dampaknya sekitar 47 KK yang terdampak,” ujar Yakub, Jumat (14/03/2025).
Menurutnya, ada sekitar tiga puluhan rumah milik warga terdampak dalam banjir usai hujan deras melanda sejumlah wilayah di Bone Bolango.
“Kalau yang parah itu, di dusun kemiri ada 3 rumah, dan di dusun bahari ada 2 rumah rusak parah tak bisa dipakai. Sementara belasan rumah kena lumpur dan luapan air,” ucapnya.
Kata Yakub, sejak tahun 2022 peristiwa banjir yang menyapu wilayah tersebut, baru di tahun 2023 yang adanya penanganan dari pemerintah.
“Yang ada penanganan di tahun 2023 kemarin, itu ada pengerukan/normalisasi sungai oleh dinas PU provinsi, kemudian di tahun yang sama dari BPBD Bone Bolango,” ungkap Yakub.
Namun hingga saat ini, belum ada lagi penanganan lebih lanjut dari pihak terkait, terhadap kondisi masyarakat yang terdampak.
Sejauh pengamatan tim liputan Dulohupa.id dilapangan, seperti halnya di Dusun Kemiri, Desa Biluango sendiri, sejumlah rumah milik warga cukup memprihatinkan.
Pasalnya, imbas banjir yang menerjang, kini batas bantaran sungai persis tepat di bangunan (rumah) rumah. Hal tersebut sangat membahayakan, terlebih jika musim penghujan datang.
Sementara itu, salah satu korban, Reti S Muko kepada awak media menjelaskan bahwa dirinya bersama keluarga terus dihantui ketakutan. Ditakutkan kapan saja bisa terjadi abrasi kembali, yang dapat merobohkan bangunan tersebut.
“Kalau sudah ujan kami pindah (mengungsi). Kami ada 6 orang tinggal di rumah. Kalau sudah hujan, huuu nanawau uti,” tutur Reti.
Jelas Reti, karena diterjang banjir, separuh rumahnya roboh diakibatkannya. Bahkan untuk memasak saja, dirinya terpaksa menggunakan salah satu kamar.
“Itu sisa dua kamar. Kalau memasak itu di kamar, kalau tidur di kamar yang satu dan di ruang tamu. Adakalanya saya tidur dirumah keluarga karena saya takut,” tutupnya.
Reporter: Yayan











