Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPOHUWATO

Sejumlah Mantan Napi Terorisme Ikuti Upacara HUT RI di Pohuwato

×

Sejumlah Mantan Napi Terorisme Ikuti Upacara HUT RI di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Upacara HUT RI
Tujuh mantan Napi teroris saat bersua foto dengan Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato beserta unsur jajaran Forkompinda pada HUT RI yang ke-78.Foto: Hendrik Gani

Dulohupa.id – Sejumlan mantan Narapidana (Napi) Terorisme mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-78 di lapangan Polres Kabupaten Pohuwato, Kamis (7/8/2023).

Upacara yang digelar tingkat kabupaten itu diikuti seluruh pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, seperti pemerintah desa, para camat, organisasi wanita, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Pohuwato.

Salah satu mantan Napi Teroris, SA alias kang Sule mengaku sadar. Sebab kata dia membangun negeri ini dengan cara membangun wawasan kebangsaan itu sendiri. Karena menurutnya pada saat dirinya dan teman-teman yang masing-masing berinisial SA, DY, ZK, AHM, ML, ZL, RK. M, belum mengetahui sejarah Indonesia yang sebenarnya.

“Kami sadar, membangun negeri ini harus diawali dengan wawasan kebangsaan. Karena jika kita lemah dan sudah mulai terpapar paham radikalisme, maka kita akan terpancing untuk memusuhi negara ini,” ungkap SA.

Tak hanya itu, dirinya juga mengaku sadar bahwa paham yang dianut mereka kemarin itu adalah paham yang keliru, yang menganggap Indonesia ini adalah negara Togut (Istilah Agama Islam yang merujuk kepada setiap yang disembah selain Allah).

“Ternyata semua itu kekeliruan yang telah kita pelajari pada saat kita terpapar paham radikalisme. Kita seharusnya belajar dulu tentang sejarah Indonesia, karena ternyata yang berjuang untuk Indonesia ini adalah para ulama dan para tokoh-tokoh pejuang untuk memerdekakan negara kita tercinta ini,” jelasnya.

Menurutnya belajar sejarah yang harus diperkuat, agar kita terpanggil untuk membangun negara ini. Kata dia Rasulullah SAW pun sangat mencintai Mekkah, kota yang ditinggalinya. Karena itu, SA mengaku harusnya dirinya dan masyarakat Indonesia tetap harus mencintai negara Indonesia yang ditinggali ini.

“Saya sebagai warga negara Indonesia. Saya mengucapkan negara ini adalah negara yang saya sangat cintai,” tegasnya

Dirinya juga berharap kepada orang-orang yang masih menganut paham radikalisme agar jangan memandang negara ini atau apapun itu dengan hanya melihat diseputaran paham tersebut. Harusnya kata dia perluas wawasan dan jangan hanya memandang dari satu sisi saja. Karena Indonesia ini diperjuangkan untuk dijaga oleh diri kita sendiri.

“Kemarin itu kami kemakan oleh doktrin. Alhamdulillah setelah kita melalui proses hukum dan kita mulai belajar tentang sejarah, kami sadar ternyata doktrin yang kami dapat kemarin banyak yang keliru. Karena yang memperjuangkan negara ini bukan hanya para tokoh-tokoh pahlawan, namun ada juga para ulama-ulama besar yang ilmunya lebih tinggi dari kita,” tandasnya

“Jadi saran saya bagi teman-teman yang masih menganut paham radikalisme. Saya harap untuk teman-teman membuka diri jangan hanya berpatok pada satu pemahaman saja. Kita buka diri kita, kita lihat perbandingan-perbandingan dan pendapat yang lain, agar kita bisa lebih luas wawasannya dan tidak radikal lagi,” harapnya.

Reporter: Hendrik Gani