Dulohupa.id – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Gorontalo saat ini melakukan persiapan penyususunan rencana kerja (Renja) tahun 2025. Sejumlah isu lingkungan dan kehutanan sempat dibahas dalam rapat yang digelar di ruang rapat dinas LHK, Senin (19/2/2024).
Perencana Ahli Muda dinas LHK Provinsi Gorontalo, Meyske Walangadi menjelaskan, penyusunan rencana kerja (Renja) Perangkat Daerah ada 6 tahapan yakni persiapan penyusunan, penyusunan rancangan awal Renja, Penyusunan rancangan Renja.
“Kemudian Pelaksanaan Forum perangkat Daerah atau lintas perangkat daerah, perumusan rancangan akhir dan tahapan penetapan Renja 2025,” ungkapnya saat diwawancarai Duluhupa.

Meyske mengatakan, rapat tadi untuk membahas tahapan persiapan penyusunan Renja untuk menentukan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi perangkat daerah khusus dinas LHK urusan lingkungan hidup dan kehutanan tahun 2025.
Ia memaparkan sejumlah Isu lingkungan dan kehutanan yang dibahas terkait tindaklanjut penyusunan dokumen FOLU untuk pengendalian perubahan iklim, Pembahasan Program Kampung Iklim (Proklim) tahun 2024, isu pengelolaan Limbah B3, serta pengelolaan sampah.
Lanjut Meyske, isu lingkungan dan kehutanan dibahas juga adalah penurunan emisi gas rumah kaca, Indeks kualitas lingkungan hidup terutama penurunan kualitas air, sungai dan udara, PNBP untuk urusan kehutanan, kerusakan hutan.
“Kemudian ada isu keberlanjutan program RHL dan update informasi data kehutanan, Izin perhutanan sosial, serta mengakomodir usulan masyarakat terkait bibit-bibit tanaman produktif,” ungkapnya.
Meyske berharap dengan persiapan penyusunan rencana kerja, semua pihak yang terlibat dapat menentukan isu strategis yang akan dituangkan dalam dokumen Renja dinas LHK tahun 2025.
“Yang jelas kami akan matangkan persiapan ini di tahun 2024, sehingga capaian kinerja dapat optimal dilakukan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Reporter: Enda












