Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEUNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Satgas PPKS UNG Sebut 5 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di kampus

×

Satgas PPKS UNG Sebut 5 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di kampus

Sebarkan artikel ini
Satgas PPKS
Ketua Satgas PPKS UNG, Lia Amalia saat kegiatan Empower Talks. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id –  Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual PPKS Universitas Negeri Gorontalo, Lia Amalia mengungkapkan, sepanjang tahun 2023 terdapat 5 kasus kekerasan seksual terjadi di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Amalia mengatakan tak hanya perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual, namun laki-laki pun turut menjadi korban

“Ada 5 kasus kekerasan seksual di tahun 2023, dengan jumlah korban perempuan 9 orang dan korban laki-laki 8 orang” Ungkap Lia dalam kegiatan Empower Talks. Jumat (26/04/2024)

Lebih lanjut, Lia mengatakan pihaknya tidak akan sembunyi dibalik nama baik kampus UNG.

“Diantara 5 kasus tersebut, 1 diantaranya sanksi berat yaitu kami pecat, dan 4 diantaranya kami sanksi kan berat, 3 diantaranya adalah pelapor oknum dosen, 1 dari oknum ASN di kota Gorontalo, dan 1 oknum kepala desa jadi pelaku di tahun 2023” Kata Lia

“Kenapa saya sampaikan seperti ini, ini menunjukkan bahwa kekerasan seksual yang ada di UNG betul-betul kami selesaikan dengan baik” sambungnya

Lia juga mengatakan ketika mereka menyelesaikan masalah kekerasan seksual, hal yang pertama mereka tanyakan kepada korban adalah sejauh mana masalah ini akan dilanjutkan

“Karena ada beberapa korban mengatakan, ibu yang penting dia dipecat, ibu yang penting dia somo dapa jerah, tapi kami pernah menangani kasus yang akhirnya sampai ke Polda namun sayangnya kami masih menunggu jadwal untuk persidangan” Ujarnya

Tak hanya itu, Lia mengatakan mengenai kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen Fakultas Hukum UNG, pihaknya tidak akan tinggal diam, namun mereka menghormati proses yang sedang berjalan

“Kita hargai dulu prosesnya nanti bagaimana kedepannya saya kira pimpinan kami juga akan memberikan sanksi, apalagi sudah terbukti secara hukum, saya kira juga pak rektor tidak akan main-main” Tutupnya.

Reporter: Indah