Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
HEADLINEKESEHATANPERISTIWA

Rumah Sakit di Gorontalo Tak bisa Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut

×

Rumah Sakit di Gorontalo Tak bisa Tangani Kasus Gagal Ginjal Akut

Sebarkan artikel ini
Kasus Gagal Ginjal Gorontalo
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr Yana Yanti Suleman saat memberikan keterangan pers terkait kasus pertama probable gagal ginjal akut pada anak. (Foto: Enda/Dulohupa)

Dulohupa.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui dinas kesehatan telah mengumumkan adanya kasus pertama probable gagal ginjal akut di daerah setempat. Kasus itu muncul setelah seorang anak usia tiga tahun asal Kabupaten Gorontalo meninggal dunia karena diduga mengalami gagal ginjal akut pada Minggu 23 OKtober 2022.

Bocah berinisial RP terpaksa dirujuk di rumah Sakit Kandou Manado Sulawesi Utara setelah sempat dirawat di rumah sakit MM Dunda Limboto. Hal ini membuktikan bahwa seluruh rumah sakit di Gorontalo belum bisa mampu menangani pasien probable gagal ginjal akut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr Yana Yanti Suleman mengungkapkan, anak probable ginjal akut belum bisa ditangani di rumah sakit Gorontalo karena tidak memiliki dokter spesialis ginjal.

“Kasus seperti ini, di Gorontalo belum memiliki dokter spesialis ginjal. Kementerian kesehatan telah menentukan tempat rujukan seperti di Makassar, Manado untuk menangani kasus gainjal akut,” jelas Yana saat menggelar konferensi pers di kantor dinas Provinsi Gorontalo pada Selasa (24/10/2022).

Yana mengatakan, rumah sakit di Gorontalo juga belum memiliki alat hemodialisis (Cuci Darah).

Namun demikian, pemerintah Provinsi Gorontalo akan terus berupaya ke pemerintah pusat untuk mendapatkan alat kesehatan atau tenaga dokter yang dibutuhkan di Gorontalo.

“Ini seperti halnya kasus pertama Covid-19 di Gorontalo, untuk menentukan hasil swabnya masih dikirim ke Lab di Manado ataupun di Jakarta. Tapi lama-lama sudah ada uji Covid-19 di Gorontalo,”ucapnya.

“Dengan situasi ini mungkin, kita akan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat terkait keterbatasan penanganan kasus ginjal akut ini. Kita doakan bersama di Gorontalo sudah memenuhi fasliitas kesehatannya,” tambahnya.

Yana juga menegaskan belum mengetahui penyebab pasti Gagal ginjal akut terhadap anak.

“Jika ada obat yang dikonsumsi satu orang anak dan mengalami gagal ginjal, maka pasti ada ribuan anak yang akan gagal ginjal karena mengonsumsi obat yang sama. Tapi nyatanya tidak. Gagal ginjal akan timbul jika obatnya (Sirup) diminum melebihi batas dosis,” ungkapnya.

Ia menuturkan, biasanya gagal ginjal itu dimulai dari Diare dan bisa kemungkinannya karena pengaruh obat.

“Untuk itu jika ada anak yang sakit, harusnya pergi ke konsultasi ke Dokter, atau pergi ke Puskesmas dan rumah sakit. Kami sarankan juga tetap menjaga kebersihan,” pungkas Yana.

Enda/Dulohupa