Dulohupa.id – Ribuan warga meriahkan tradisi Koko’o atau ketuk sahur yang digelar di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Kamis (23/3/2023).
Diawali depan rumah dinas Wali Kota Gorontalo, warga rela berjalan kaki menuju Kelurahan Talumolo sambil membunyikan alat musik terbuat dari bambu.
Mereka juga melantunkan lagu-lagu religi sepanjang perjalanan. Alat musik drum juga disediakan panitia untuk menambah semangat warga.
Tak hanya pemuda dan orang tua, anak-anak juga terlibat dalam tradisi lokal tersebut.
Ketua panitia tradisi koko’o, Zulkifli Mustafa menjelaskan, Koko’o merupakan tradisi masyarakat Gorontalo untuk membangunkan warga agar tidak terlambat untuk bersantap sahur.
Selain untuk membangunkan warga, tradisi koko’o ini sebagai rasa syukur warga karena masih dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan.
“Kegiatan ini sudah kami lakukan dari 2014 hingga tahun 2023, dan ini sudah menjadi tradisi sampai sekarang untuk terus dilestarikan supaya tetap terjaga.
Sebelum kegiatan Koko’o, panitia sebelumnya telah mempersiapkan 800 alat musik bambu untuk para peserta. Namun seperti biasanya para peserta melebihi dari jumlah alat musik bambu yang disediakan.
“Alhamdulillah kami sudah mempersiapkan dari Latihan-latihan kemarin. Sudah menyiapkan 1 mobil tronton sama pejalan kaki ada 1000 orang lebih dan menyiapkan 800 ketukan,” Kata Zulkifli Mustafa.
Kegiatan ketuk sahur ini akan digelar selama bulan Ramadhan mulai pukul 02.00 Wita dini hari hingga selesai.
Redaksi











